143 Anak Meninggal Akibat Gagal Ginjal, Buruh Geruduk Kemenkes Tuntut Kepala BPOM Mundur

143 Anak Meninggal Akibat Gagal Ginjal, Buruh Geruduk Kemenkes Tuntut Kepala BPOM Mundur Kredit Foto: Moehamad Dheny Permana

Massa buruh akan menggeruduk Kantor Kementerian Kesehatan pada Jumat besok (28/10/2022). Hal ini buntut dari meninggalnya 143 anak-anak akibat gagal ginjal.

Salah satu tuntutannya, yakni meminta Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito mundur.

Presiden Partai Buruh yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyatakan, demonstrasi yang akan diikuti sekitar 300 buruh itu membawa lima tuntutan. Pertama, usut tuntas kasus meninggalnya 143 anak-anak akibat gagal ginjal akut.

Baca Juga: Dengar Nih! Larangan Obat Sirop untuk Cegah Meluasnya Gagal Ginjal Akut

Kedua, mendesak Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito bertanggung jawab dan mengundurkan diri.

Ketiga, mendesak pemerintah melakukan investigasi terpadu terhadap industri obat-obatan yang diduga menjadi penyebab gagal ginjal akut.

Keempat, bentuk tim pencari fakta nasional. Said menduga, industri farmasi bermain dalam kasus gagal ginjal akut ini.

Baca Juga: Peringati Hari Tani Nasional, Buruh Lakukan Demo Hari Ini

"Oleh karena itu, harus dibentuk tim pencari fakta nasional untuk melakukan investigasi terhadap industri farmasi yang mengeluarkan obat-obatan yang diduga menjadi penyebab kematian anak-anak akibat gagal ginjal," kata Said dalam siaran persnya, Kamis (27/10).

Tuntutan kelima adalah meminta pemerintah menetapkan kejadian ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) gagal ginjal akut. Jika lima tuntutan itu tak dikabulkan pemerintah, Said mengancam bakal menggelar demonstrasi yang lebih besar.

"Bilamana tuntutan buruh tidak dikabulkan, kami akan melakukan aksi yang lebih besar serentak di 34 provinsi," ujarnya.

Baca Juga: Moeldoko Bakal Minta Menkes Budi Gunadi Jelaskan soal Gangguan Ginjal Misterius Pada Anak! Demi Masyarakat Agar Tak SImpang Siur

Per Selasa (25/10), Kemenkes mencatat kasus gagal ginjal akut mencapai 255 orang yang tersebar di 26 provinsi. Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril mengatakan, lebih dari setengah total pasien tersebut meninggal dunia.

“Meninggal 143 kasus, jadi case fatality rate 56 persen,” kata Syahril.

Penyebab penyakit ginjal akut ini adalah kandungan Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) dalam obat sirup.

Baca Juga: Ketua DPR Minta Pemerintah Gencarkan Edukasi Publik soal Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak

Sebelumnya, Ombudsman RI melihat BPOM berpotensi melakukan maladministrasi. Menurut Anggota Ombudsman Robert Robert Na Endi Jaweng, BPOM tidak melakukan kontrol ketat dan efektif atas standar atau batas senyawa yang berbahaya di produk obat sirup.

“Pada tahap pre-market, Ombudsman menilai bahwa BPOM tidak maksimal melakukan pengawasan terhadap produk yang diuji oleh perusahaan farmasi karena membiarkan produsen melakukan uji mandiri,” kata Robert, Selasa (25/10).

Lihat Sumber Artikel di Republika Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Republika.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover