Patahkan Laptop Berisi Rekaman CCTV Pembunuhan Brigadir J, Arif Rachman Minta Harkat dan Martabatnya Dipulihkan, Hmm..

Patahkan Laptop Berisi Rekaman CCTV Pembunuhan Brigadir J, Arif Rachman Minta Harkat dan Martabatnya Dipulihkan, Hmm.. Kredit Foto: Taufik Idharudin

Terdakwa kasus obstruction of justice alias perintangan penyidikan pembunuhan Brigadir J, Arif Rachman Arifin, menyampaikan nota keberatan atau eksepsinya dalam sidang hari ini, Jumat (28/10/2022) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam eksepsi yang dibacakan oleh tim kuasa hukumnya itu, Arif meminta Majelis Hakim untuk membatalkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepadanya.

Baca Juga: Banyak Kejanggalan, Adik Brigadir J Bongkar Ada Polisi yang Larang Dokter Forensik Jelaskan Hasil Autopsi Sang Kakak

“Menyatakan surat dakwaan penuntut umum batal demi hukum atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima karena penyidikan dalam proses penuntutan terdakwa Arif Rachman Arifin dilakukan secara tidak sah,” ujar kuasa hukum Arif.

Pengacara Arif meminta Majelis Hakim untuk membebaskan Arif dari dakwaan dan melepaskannya dari tahanan sekaligus memulihkan harkat dan martabat kliennya itu.

Ia mengatakan, “Membebaskan terdakwa Arif Rachman Arifin dari segala dakwaan penuntut umum dan melepaskan terdakwa Arif Rachman Arifin dari tahanan.”

“Memulihkan terdakwa Arif Rachman Arifin dalam harkat dan martabatnya dan membebankan biaya perkara kepada negara atau apabila yang terhormat Majelis Hakim berpandangan lain, maka kami memohon agar Majelis Hakim memberikan putusan yang seadil-adilnya,” sambungnya.

Dalam salah satu dakwaan JPU, peran Arif dalam kasus perintangan penyidikan pembunuhan Brigadir J adalah mematahkan laptop milik Baiquni Wibowo yang sempat menyimpan salinan rekaman CCTV sekitar rumah dinas Ferdy Sambo.

Padahal, jaksa menyebut kalau rekaman tersebut menunjukkan informasi bahwa Brigadir J masih hidup saat Ferdy Sambo tiba di rumah dinasnya yang berada di Kompleks Polri, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan itu.

Pada Kamis (14/7/2022) malam, Hendra Kurniawan menghubungi Arif untuk memastikan bahwa perangkat elektronik yang berisi rekaman CCTV sekitar rumah Ferdy Sambo sudah dimusnahkan seperti apa yang diperintahkan oleh Ferdy Sambo.

Baca Juga: Enggak Pacaran, Satpam Ferdy Sambo Sebut Cinta Vera Simanjuntak ke Brigadir J Bertepuk Sebelah Tangan: Kasian Sekali Kakak..

"Rif, perintah Kadiv (Ferdy Sambo) sudah dilaksanakan belum?" tanya Hendra kepada Arif dalam dakwaan yang dibacakan JPU pada Rabu (19/10/2022).

Arif pun menjawab, “Sudah dilaksanakan, ndan.”

Keesokan harinya, Arif menghancurkan laptop milik Baiquni dengan cara mematahkannya menjadi beberapa bagian. Lalu, ia memasukkan patahan laptop tersebut ke dalam kantung berwarna hijau dan disimpan di rumahnya.

Setelah lebih dari dua minggu atau sehari sebelum Ferdy Sambo ditetepkan menjadi tersangka, Arif menyerahkan bukti secara sukarela kepada penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri.

JPU mengatakan, “Pada hari Senin tanggal 8 Agustus 2022 sekira pukul 17.00 WIB terdakwa Arif Rahman Arifin menyerahkan laptop yang sudah dipatahkan menjadi beberapa bagian tersebut di mana tidak bekerja sebagaimana mestinya atau tidak dapat berfungsi lagi kepada penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum dengan sukarela.”

Arif yang merupakan mantan Wakaden B Biro Paminal Divisi Propam Polri diketahui sempat menonton rekaman CCTV tersebut bersama Ridwan Soplanit, Baiquni Wibowo, dan Chuck Putranto.

Awalnya, Ferdy Sambo mengaku Brigadir J sudah meninggal dunia saat ia sampai di rumah setelah melakukan tes PCR, tapi CCTV itu menunjukkan kalau almarhum masih hidup ketika eks Kadiv Propam itu tiba di Duren Tiga.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover