Korsel Tetapkan Tragedi Itaewon sebagai Bencana Nasional, Dokter Tifa: Indonesia Ratusan Nyawa Melayang Cuma Dianggap Tumbal

Korsel Tetapkan Tragedi Itaewon sebagai Bencana Nasional, Dokter Tifa: Indonesia Ratusan Nyawa Melayang Cuma Dianggap Tumbal Kredit Foto: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol mengumumkan masa berkabung nasional akibat dari tragedi Halloween di Itaewon yang menewaskan ratusan nyawa.

Yoon memerintahkan penurunan bendera setengah tiang setelah insiden dalam pesta Halloween menewaskan 151 orang--untuk sementara, data diprediksi bertambah.

"Ini benar-benar mengerikan. Tragedi dan bencana hari Sabtu seharusnya tidak pernah terjadi," ujar Yoon pada Minggu lalu.

Baca Juga: Sinergi dengan Korsel, Menag Yaqut Sebut Sebagai Jembatan Majukan Cyber Islamic University

"Pemerintah akan menetapkan periode mulai hari ini hingga kecelakaan dapat dikendalikan sebagai masa berkabung nasional dan akan menempatkan prioritas utama dalam urusan administrasi dalam pemulihan dan tindakan lanjutan," sambungnya.

Menanggapi keputusan Presiden Korea itu, Dokter Tifa menyindir pemerintah Indonesia yang dinilainya tak bersimpati atas tragedi serupa yang terjadi di Tanah Air.

Baca Juga: Dokter Tifa Blak-blakan Dukung Duet Anies-Puan di Pilpres 2024: Bikin Everybody Happy

Ia membandingkan sikap pemerintah Korea Selatan dengan pemerintah Indonesia dalam menangani tragedi yang menewaskan ratusan nyawa.

"Tragedi yang menewaskan ratusan warganya adalah bencana nasional. Itu kalau di Korea," ujar Dokter Tifa pada Senin (1/11/2022).

"Kalau di Indonesia, ratusan nyawa melayang di Kanjuruhan, adalah hal yang biasa-biasa saja," sambung dia.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan: Polri Kasih Sinyal Bakal Ada Tersangka Baru tapi...

Untuk diketahui, tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober lalu telah menewaskan 135 orang--data bisa bertambah karena masih ada korban yang dirawat di Rumah Sakit.

Namun, tragedi itu tidak ditetapkan sebagai bencana nasional oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia hanya membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk menginvestigasi tragedi tersebut.

"Mungkin cuma dianggap tumbal," ungkap Tifa.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover