Komnas HAM Ungkap Hasil Penyelidikan Tragedi Kanjuruhan: Puluhan Gas Air Mata Kadaluarsa Ditembakkan

Komnas HAM Ungkap Hasil Penyelidikan Tragedi Kanjuruhan: Puluhan Gas Air Mata Kadaluarsa Ditembakkan Kredit Foto: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkap, ada 45 gas air mata yang dilontarkan aparat keamanan dalam Tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan 135 orang meninggal dunia.

Anggota Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, mengtakan, perkiraan tersebut berdasarkan hasil pemantauan dan penyelidikan yang dilakukan menyikapi Tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur tersebut.

"Gas air mata yang ditembakkan di stadion dalam peristiwa ini diperkirakan sebanyak 45 kali," kata Beka saat konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta, dikutip dari Antara pada Rabu (2/11/2022).

Dari 45 total tembakan itu, 27 tembakan gas air mata terlihat dalam video yang diterima oleh Komnas HAM, sementara 18 tembakan lainnya terkonfirmasi lewat suara.

Sementara mengenai pihak yang menembakkan gas air mata itu, Komnas HAM menyebut personel gabungan, yakni Brimob Polda Jawa Timur dan unit kepolisian Samapta Bhayangkara (Sabhara). Menurut Beka, jenis senjata yang digunakan untuk menembakkan gas air mat adalah laras licin panjang.

Baca Juga: Telak! Kamaruddin Nggak Bisa Ngelak, Putri Candrawathi Patahkan Kesaksiannya Soal Penembak ke-3 Brigadir J: Saya Kaget Bapak Bilang...

Amunisi yang digunakan adalah selongsong kaliber 37 sampai dengan 38 milimeter, Flash Ball Super Pro 44 milimeter dan anti-riot AGL kaliber 38 milimeter. "Amunisi gas air mata yang digunakan merupakan stok 2019 dan telah expired atau kedaluwarsa," katanya.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover