Ibunda mendiang Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J) Rosti Simanjuntak mengaku otak pembunuhan putranya,Ferdy Sambo hingga sekarang ini masih tetap menunjukan sikap congkak. Kesombongan Ferdy Sambo kata Rosti terlihat jelas ketika mereka bertemu langsung di Persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan beberapa hari lalu.
"Saya mau melihat bagaimana sikap atau perilakunya di saat kami bertemu. Dengan apa yang sudah dia lakukan kepada anak saya, tapi saya lihat disana, Ferdy Sambo masih menunjukkan keangkuhannya, dia masih merasa memiliki kekuasaan, pangkat, jabatan maupun keberadaan yang bagaimana dia terapkan dalam kesehariannya mungkin. Itu yang saya terlihat disana,” kata Rosti dalam sebuah wawancara di salah satu stasiun televisi swasta dikutip Populis.id Jumat (5/11/2022).
Meski bukan seorang psikolog, namun Rosti mengaku ketika bertemu Ferdy Sambo, eks Kadiv Propam Polri itu memang menunjukan sejumlah gestur tubuh yang mengkonfirmasi kecongkakannya, mulai dari cara dia duduk hingga cara dia memandang keluarga Brigadir J yang hadir dalam sidang tersebut. Rosti mengatakan, Ferdy Sambo merasa seolah-olah dirinya masih punya kekuasaan sebagai seorang jenderal bintang dua.
"Saya sabagai ibu, saya melihat wajahnya, mimiknya, pandangan matanya dan cara duduk dia, memandang disana kan akan menunjukkan sifat setiap karakter manusia. Secara psikologi itu masih menunjukkan keangkuhan dan kecongkakan" ungkapnya.
Adapun Rosti Simanjuntak dan Suaminya Samuel Hutabarat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan putra mereka. Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Selasa (2/11/2022) itu, Rosti dan Samuel memberi kesaksian untuk terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Dalam pertemuan itu, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi kompak meminta maaf, hanya saja mereka tetap ngotot mengatakan, bahwa pembunuhan terhadap Brigadir J dilakukan karena kasus pelecehan seksual yang dilakukan kepada Putri.
"Bapak dan ibu Yosua, saya sangat memahami perasaan bapak dan ibu. Saya mohon maaf. Saya sangat menyesal saya tidak mampu mengontrol emosi. Saya ingin mengatakan bahwa peristiwa yang terjadi adalah akibat dari perbuatan saya atas perbuatan anak Bapak ke istri. Itu yang ingin saya sampaikan.Saya yakin bahwa saya telah berbuat salah dan saya akan bertanggung jawab secara hukum. Saya juga sudah meminta ampun terhadap Tuhan," Kata Ferdy Sambo.