Peringatan Keras Buat Pak Prabowo: Hati-hati Jebakan Batman Pak Jokowi, Seolah-olah Mendukung Padahal Tidak!

Peringatan Keras Buat Pak Prabowo: Hati-hati Jebakan Batman Pak Jokowi, Seolah-olah Mendukung Padahal Tidak! Kredit Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Jakarta Ujang Komarudin menilai endorse Presiden Jokowi terhadap Prabowo Subianto bisa jadi cuma jebakan Batman. Jokowi, kata dia, sebenarnya tak sungguh-sungguh mengarahkan dukungan politiknya pada Prabowo sebagai presiden setelahnya. 

"Jangan sampai Prabowo kena jebakan Batman. Seolah-olah mendukung padahal tidak. Jadi ya di politik itu mesti waspada. Mesti hati-hati. Karena apa yang saya sampaikan tadi bahwa apa yang didepan belum tentu sama dengan apa yang dibelakang," katanya saat dihubungi Jumat (11/11/2022). 

Baca Juga: Kuat Ma'ruf dan Susi Kompak Ngaku Nggak Tahu Pelecehan di Magelang, Keluarga Brigadir Nyeletuk: Putri Lagi Halu!

Jadi, kata dia, pernyataan Jokowi saat memberikan sambutan di acara HUT Perindo di iNews Tower, Jakarta Pusat, Senin (7/11/2022) itu tidak bisa diartikan linier dan tak selalu sejalan dengan kenyataan. 

"Jadi politik itu jangan diliat yang didepan. Liat apa yang di belakang. Kan selama ini banyak politisi yang tidak konsisten. Saya sih melihat bukan sebenarnya Jokowi dukung Prabowo. Ya intinya Jokowi siapa saja yang minta restui, pasti direstui. Pasti didukung. Tapi apakah semua didukung? Belum tentu. Apakah Jokowi main di banyak kaki. Ya mungkin-mungkin saja," ungkapnya. 

Meski begitu dia meyakini Jokowi tetap punya pilihan sendiri. Dan pilihan Jokowi itu dia yakini bukan Prabowo Subianto. Sebab, bila itu terjadi maka langkah politik Jokowi dan Prabowo Subianto sudah terbaca oleh lawan politik. 

"Tapi saya melihatnya pasti ada yang dijagokan. Dan saya meyakini yang dijagokan bukan Prabowo. Karena kalau Jokowi misalnya benar-benar dengan ucapannya itu, artinya semua strategi, semua langkah Jokowi dan prabowo sudah kelihatan, sudah mampu dibaca dan secara politis itu tidak bagus," ungkapnya. 

Baca Juga: Bela Richard Eliezer yang Tak Mau Tolak Perintah Sambo, Eks Kabais TNI: Tingkat Bharada Itu Paling Bawah, Dia Nggak Boleh Berpikir!

Menurut dia, pernyataan Jokowi yang bisa berubah-ubah dukungannya merupakan fenomena umum dalam politik. Kata dia, banyak politisi mempraktikkan hal serupa. 

"Dan itu, umum terjadi pada politisi kita, hari ini tempe besok tahu dan selalu berubah-ubah. Ucapan kemarin belum tentu sama dengan ucapan besok," ungkapnya.

Lihat Sumber Artikel di Akurat Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Akurat.

Terkait

Terkini