Jelang KTT G20 di Bali, Acara YLBHI Dibubarkan Paksa & Peserta Dintimidasi

Jelang KTT G20 di Bali, Acara YLBHI Dibubarkan Paksa & Peserta Dintimidasi Kredit Foto: Istimewa

Pengurus Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan Pimpinan 18 Kantor LBH mengalami intimidasi dan tindakan pengusiran dari aparat kepolisian dan sejumlah orang yang mengaku pecalang saat melaksanakan rapat internal di sebuah Villa di Sanur, Bali, Sabtu (12/11/2022).

Intimidasi dan tindakan pengusiran ini diduga berkaitan dengan KTT G20 yang akan digelar mulai hari ini, Senin (14/11).

YLBHI menjelaskan kronologis peristiwa tersebut berawal dari datangnya sejumlah orang yang mengaku petugas desa bersama beberapa orang berbaju preman masuk ke dalam villa sambil merekam tanpa seizin tuan rumah.

Baca Juga: Jokowi Pastikan KTT G20 Siap Digelar: 17 Kepala Negara Hadir!

"Petugas desa menanyakan kegiatan, jadwal kepulangan para peserta rapat,  serta berulang kali menyampaikan bahwa ada pelarangan melakukan kegiatan apapun selama  pertemuan G20," terang YLBHI dalam keterangan tertulisnya yang diterima Populis.id, Senin (14/11).

Selain itu, YLBHI juga diminta membuat surat pernyataan terkait penjelasan kegiatan yang dilakukan.

Selang beberapa jam, polisi bersama petugas desa memaksa YLBHI menghentikan pertemuan dan membubarkan acara.

Baca Juga: Jokowi Tak Hadiri HUT NasDem, Surya Paloh: Kita Doakan Beliau Sukses Pimpin KTT G20

Mereka juga meminta KTP, dan hendak melakukan penggeledahan serta memeriksa seluruh gawai dan laptop peserta.

"Kelompok orang yang mengaku diri pecalang beserta pihak kepolisian berulang kali mengintimidasi dan membentak pengurus YLBHI, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak ada izin dari desa setempat dan pemerintah sedang menerapkan pembatasan kegiatan di seluruh wilayah Bali," tutur YLBHI.

Sejumlah orang juga mengawasi Villa pertemuan YLBHI sepanjang malam hingga siang hari. Tak hanya itu, mereka juga mengintimidasi dengan meneriaki peserta yang keluar meninggalkan Villa.

Baca Juga: Luhut Binsar Sebut Forum G20 Sudah Menghasilkan Kerja Sama Bernilai Miliiaran Dolar AS, Simak!

Bahkan, para peserta merasa dibuntuti beberapa orang saat keluar Villa hingga sampai ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Minggu siang.

Atas kejadian itu, YLBHI mendesak pemerintah, khususnya Kepolisian untuk meminta maaf secara terbuka dan mengusut seluruh pelanggaran dan tindakan anti demokrasi.

YLBHI juga meminta agar seluruh pelaku, baik polisi maupun kelompok lainnya ditindak tegas.

"Kami mengingatkan kembali dengan tegas agar seluruh alat negara selama G20 menghormati Konstitusi dan Hak Asasi Manusia, utamanya hak kemerdekaan berpendapat dan berekspresi setiap warga negara tanpa terkecuali. Upaya hukum yang perlu akan kami tempuh jika hal tersebut tidak diindahkan," tandasnya.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover