Baca Juga: Jokowi Pastikan KTT G20 Siap Digelar: 17 Kepala Negara Hadir!
"Dalam kaitan ini, saya menawarkan diri untuk membawa pesan dari Presiden Zelensky untuk Presiden Putin yang akan saya kunjungi segera," imbuh Jokowi, Rabu (29/6) lalu.
Jokowi Bawa Misi Perdamaian
Sebagian masyarakat Indonesia menganggap Jokowi sukses membawa misi perdamaian Rusia dan Ukraina.
Pengamat Hubungan Internasional Dinna Prapto Raharja menilai, Jokowi sukses saat dilihat bagaimana diterima oleh Zelensky dan Putin.
"Ya, sukses dilihat dari penerimaan dari Zelensky dan Vladimir Putin yang aman, sangat positif dan penuh gesture hormat pada Presiden Jokowi," ujar Dinna dikutip dari Liputan6, Jumat (1/7).
Baca Juga: Presiden Jokowi Tegaskan Putin dan Zelenskyy Bakal Hadiri KTT G20 di Bali
Ketika itu Dinna memprediksi Rusia dan Ukraina akan hadir di KTT G20 Bali. Hal itu menandakan bahwa misi perdamaian Jokowi berhasil.
Sementara itu, misi perdamaian Jokowi itu juga dianggap patut mendapat apresiasi dari dunia internasional.
Aktivis Kepemudaan Nasional Chrisman Damanik menyebut, Jokowi pantas mendapatkan Nobel Perdamaian atas usahanya menghentikan perang Rusia-Ukraina.
Baca Juga: Ternyata Jokowi Sampaikan Pesan Dari Zelenskyy Kepada Putin Secara Lisan, Simak Isinya!
"Tentu harus kita dukung dan kita apresiasi, tentu saja berharap supaya tidak hanya wacana. Pak Jokowi dapat diberikan Nobel Perdamaian atas apa yang telah beliau lakukan," ujar Chrisman dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/7).
Misi perdamaian Jokowi di harapkan akan berlanjut pada KTT G20 Bali. Dan, publik mengharapkan di forum itulah tercipta perdamaian antara Rusia dan Ukraina.
Namun, dengan tidak hadirnya Putin dan Zelensky di KTT G20 Bali, pengamat politik Rocky Gerung menganggap misi perdamaian Jokowi gagal.
Baca Juga: Presiden Putin Bakal Datang ke Indonesia, Pemerintah Siapkan Skenario Keamanannya!
Ia menyebut, sejak awal ide soal misi perdamaian Jokowi terlalu berlebihan dan selalu diglorifikasi. Sehingga, ketika Zelensky dan Putin memutuskan tidak hadir di KTT G20 membuat Indonesia malu.
"Berlebihan sebetulnya dari awal, ide Presiden Jokowi bisa mendamaikan Ukraina dan Rusia itu lalu mengajukan syarat untuk dapat Nobel. Jokowi bisa jadi pemenang Nobel itu juga berat sekali," ujar Rocky dikutip dari akun Youtubnya, Senin (14/11).
Dengan tidak hadirnya Zelensky dan Putin, menurutnya, juga membuktikan bahwa Presiden Jokowi gagal menjadi tokoh perdamaian dunia.
Ia menyarankan agar Jokowi fokus berbenah diri agar menjadi tokoh nasional yang disegani, tidak usah bermimpi jadi tokoh dunia dulu.
"Jadi tokoh nasional dulu lah yang bagus supaya Pak Jokowi berhasil mengakrabkan warga negaranya sendiri," ucapnya.