Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memberi tanggapan soal dukungan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terkait jatah presiden.
Jokowi sempat menyanjung Prabowo Subianto saat menghadiri acara hari ulang tahun Partai Perindo beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu, Jokowi memprediksi jabatan presiden berikutnya akan menjadi jatah Prabowo. Terkait hal tersebut, Surya Paloh menilai pernyataan Jokowi merupakan diplomasi tingkat tinggi.
"Bagus, kan, membesarkan hati, positive thinking-nya. Apa yang salah? Kali ini memberikan motivasi kepada prabowo, bisa saja besok bukan prabowo, melainkan Airlangga. Mungkin Erick atau Ganjar," ucap dia di JCC Senayan beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Yusuf Mansur Nyaleg, 'Menurut Kami Layak, Beliau Tokoh Agama yang Punya Pengikut Banyak'
Baca Juga: Digeruduk Kader PDIP, Desmond Mahesa Auto Minta Maaf! 'Sudah Clear, Itu Muncul Tidak Sopan'
Surya Paloh mengatakan akan menunggu motivasi dari Jokowi untuk Anies Baswedan. Sementara itu, Paloh menerangkan kapasitas presiden bukan hanya sebagai kepala pemerintahan, melainkan kepala daerah.
"Spirit keberadaan sebagai kepala negara merupakan milik semua golongan dan kelompok," ujarnya.
Paloh juga menyoroti situasi saat ini, yakni hanya sedikit sosok yang mencerminkan negarawan di Indonesia.
"Pengamatan saya sebagai Ketua Umum Partai NasDem, yaitu inflasi politisi, tetapi defisit negarawan," tuturnya.
Baca Juga: Nah Loh... Nasdem-PKS-Demokrat Disebut Kesulitan tentukan Nama Cawapres Anies, Kenapa?
Di sisi lain, Paloh mengaku tak iri terhadap pernyataan Presiden Jokowi kepada Prabowo. Ia mengatakan semua orang harus membuang jauh pikiran iri hati tersebut.
"Itu masalah pelajaran waktu SD dan sudah diajarkan. Pelajaran budi pekerti. Jangan cepat-cepat iri hati," ungkapnya.
Lihat Sumber Artikel di GenPI Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan GenPI.