Biografi Jean-Jacques Rousseau: Filsuf Berpengaruh Era Renaissance Eropa dan Pelopor Romantisisme

Biografi Jean-Jacques Rousseau: Filsuf Berpengaruh Era Renaissance Eropa dan Pelopor Romantisisme Kredit Foto: Wikimedia Commons

Jean-Jacques Rousseau merupakan tokoh penting dalam sejarah filsafat, baik karena kontribusinya terhadap filsafat politik dan psikologi moral maupun karena pengaruhnya terhadap para pemikir di kemudian hari.

Selain filsuf, Rosseau juga merupakan seorang penulis, dan ahli teori politik kelahiran Swiss yang risalah dan novelnya menginspirasi para pemimpin Revolusi Prancis dan Generasi romantis.

Baca Juga: Saling Sarkas Di Medsos, Ferdinand ke Nicho Silalahi: Kurangi Makan Mie Instan Biar Nggak Bodoh!

Perhatian yang mendominasi karya Rousseau adalah menemukan cara untuk melestarikan kebebasan manusia di dunia yang bergantung satu sama lain untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Perhatian ini memiliki dua dimensi yakni material dan psikologis.

Rousseau pada prinsipnya mengeksplorasi dua rute untuk mencapai dan melindungi kebebasan: yang pertama adalah jalur politik yang bertujuan untuk membangun institusi politik yang memungkinkan ko-eksistensi warga negara yang bebas dan setara dalam komunitas di mana mereka sendiri berdaulat.

yang kedua adalah proyek untuk perkembangan dan pendidikan anak yang mendorong otonomi dan menghindari perkembangan bentuk-bentuk kepentingan pribadi yang saling merusak.

Namun, meskipun Rousseau percaya bahwa koeksistensi manusia dalam hubungan kesetaraan dan kebebasan adalah mungkin, dia secara konsisten dan sangat pesimis bahwa umat manusia akan lepas dari distopia keterasingan, penindasan, dan ketidakbebasan.

Selain kontribusinya pada filsafat, Rousseau aktif sebagai komposer dan ahli teori musik, sebagai pelopor otobiografi modern, sebagai novelis, dan sebagai ahli botani.

Apresiasi Rousseau terhadap keajaiban alam dan penekanannya pada pentingnya perasaan dan emosi membuatnya menjadi pengaruh penting dan antisipator gerakan romantis.

Perjalanan Awal Rousseau

Jean-Jacques Rousseau, lahir pada 28 Juni 1712 di Jenewa, Swiss. Ibunya meninggal karena demam sembilan hari kemudian setelah melahirkan Rousseau.

Rousseau dibesarkan oleh ayahnya, yang mengajarinya untuk percaya bahwa kota kelahirannya adalah republik yang indah seperti Sparta atau Roma kuno.

Ayahnya adalah pembuat jam, tetapi ketika Rousseau berusia sepuluh tahun, ayahnya terpaksa meninggalkan kota, meninggalkan Rousseau dan saudara laki-lakinya bersama kerabat.

Rousseau memperoleh pendidikan dasar sebelum menjadi pemagang di notaris dan pengukir.

Namun, ia tidak melanjutkan magangnya sebagai notaris dan dia berpindah ke kota Savoy.

Setelah meninggalkan Jenewa, Rousseau beruntung karena dibimbing oleh Françoise-Louise de Warens, seorang wanita bangsawan Katolik dengan latar belakang Protestan.

Baca Juga: Krisdayanti Beberin Gaji DPR, Formappi Sebut Bikin Kejang!

Dengan dukungan De Warens, Rousseau menjadi fasih dalam filsafat, musik, matematika dan mata pelajaran lainnya.

Pada 1739, Rousseau mendapat warisan dan pindah ke Lyon, sebelum pindah ke Paris pada 1742.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini