Indonesia dan China menyepakati lima kerja sama di berbagai bidang. Kesepakatan itu diambil saat pertemuan bilataeral antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden China Xi Jinping di Nusa Dua, Bali, kemarin.
Adapun lima kerja sama tersebut meliputi, pertama, rencana aksi kerja sama promosi bersama dalam kerangka kerja poros maritim dunia dan belt and road initiative.
Kedua, nota kesepahaman (MoU) pada pembangunan bersama pusat konservasi, riset, dan inovasi tanaman obat Indonesia-Tiongkok.
Baca Juga: Hubungan Indonesia-China Makin Mesra: Jokowi Sebut Presiden Xi Jinping 'Kakak Besar'
Ketiga, MoU tentang pelatihan kejuruan sektor industri. Keempat, nota kesepahaman peningkatan kerja sama ekonomi digital.
Kelima, persetujuan perluasan dan pendalaman kerja sama bilateral ekonomi dan perdagangan lebih lanjut.
Selain itu, Presiden Jokowi dan Presiden XI Jinping juga menyaksikan uji coba operasi kereta api cepat Jakarta-Bandung.
Baca Juga: Jokowi dan Presiden China Xi Jinping Saksikan Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Dalam pengantarnya, Presiden Jokowi menyampaikan harap agar kereta cepat Jakarta-Bandung dapat beroperasi pada bulan Juni tahun.
“Saya optimis kereta cepat ini dapat beroperasi di bulan Juni 2023,” ujar Presiden.
Selain kereta cepat, kedua pemimpin juga membahas mengenai progres kerja sama di bidang lainnya. Salah satunya mengenai kerja sama di bidang kesehatan dan pengembangan vaksin COVID-19.
Baca Juga: Luhut Ngotot Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Harus Selesai Tahun Depan Meski Kekurangan Dana
“Di awal Oktober yang lalu, saya telah meresmikan pabrik vaksin COVID-19 berbasis mRNA pertama di Asia Tenggara, milik PT Etana Biotechnologies,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Xi Jinping menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan rangkaian pertemuan G20 di bawah presidensi Indonesia yang dapat mendorong pemulihan ekonomi global.
“Saya ucapkan selamat kepada Yang Mulia yang berhasil memimpin KTT G20,” kata Presiden China.