Gempa Cianjur Renggut Ratusan Nyawa, Orang PDIP: Masih Bagus Jam Satu Siang, Bayangkan Kalau Malam

Gempa Cianjur Renggut Ratusan Nyawa, Orang PDIP: Masih Bagus Jam Satu Siang, Bayangkan Kalau Malam Kredit Foto: Isitimewa

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus menilai gempa Cianjur yang terjadi pada Senin (21/11/2022) kemarin bakal menelan korban jiwa yang jauh lebih banyak jika peristiwa itu terjadi pada malam hari. Adapun gempa berkekuatan magnitudo (M) 5,6 itu terjadi siang hari sekitar pukul 13.21 WIB. 

"Saya walaupun dalam ini kita tentu berduka dan bersedih dengan kejadian ini, saya masih membayangkan, masih bagus terjadi jam 1 siang, bapak bayangkan kalau ini terjadi malam. Terjadi malam, lampunya pada mati dan seterusnya. Saya yakin persoalan akan jauh lebih rumit soal ini," katanya di ruang sidang Komisi V DPR RI, Jakarta pada Selasa (22/11/2022).

Baca Juga: Malawan! Ferdy Sambo Tantang JPU Buktikan Sarung Tangan Hitam dan Pistol HS yang Disebut-sebut Disiapkan Sebelum Penembakan Brigadir J

Ia menyebut bahwa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) perlu memetakan sesar aktif tersebut. Sebab , dan  kalau melihat sejarah ternyata berulang. 

Menurut saya, kata dia, perlu dipetakan daerah-daerah yang dilalui dari lempengan ini.

"Sehingga nanti pemerintah punya program atau langkah-langkah yang diambil terkait dengan penanganan lokasi di sekitar garis gempa ini," tuturnya.

Politisi PDIP ini menerangkan, salah satu langkah antisipatif adalah dengan membangun rumah anti gempa. Menurutnya, rumah-rumah yang roboh akibat gempa tersebut bukan rumah dengan standar tahan gempa.

"Enggak ada yang bisa ngerem gempa Pak. Gempa ini hanya bisa kita siasati saja. Kalau kita melihat kejadian yang di Cianjur ini rumah yang roboh itu rumah yang tidak standar tahan gempa. Kalau rumah yang  kokoh-kokoh cenderung masih bertahan, dengan goncangan yang terjadi kemarin," ucapnya.

Oleh karenanya, ia mendesak kepada pemerintah pusat melalui pemerintah daerah untuk melalukan sosialisasi kepada masyarakat yang berada di alur gempa agar membangun rumah dengan lebih memperhatikan sisi teknis.

"Di sisi itulah yang harus kita perbaiki dalam rangka kita menyiasati jalur-jalur utama gempa ini tadi. Sehingga kita dari Komisi V dengan kementerian terkait yang membidangi ini, terutama kementerian PUPR, bisa mengambil langkah-langkah yang  perlu juga sesuai dengan tupoksinya, terkait dengan konstruksi dan seterusnya," pungkasnya.

Baca Juga: Hakim Tawarkan Putri Candrawathi Ajukan Penundaan Penahanan Gegara Terpapar Wabah Mematikan

Baca Juga: Ferdy Sambo dan Bininya Sering Banget Bohong, Keluarga Brigadir J Ragu Putri Candrawathi Benar Kena Covid-19

Sebagaimana diketahui, hingga Selasa (22/11/2022) pukul l 17.00 WIB, BNPB  mencatat korban jiwa akibat peristiwa itu sudah mencapai 268 orang. 122 jenazah sudah berhasil diidentifikasi sisanya masih dalam proses identifikasi. 

"Korban jiwa meninggal dunia sekarang ada 268," kata Kepala BNPB Suharyanto dalam konferensi pers daring, Selasa (22/11/2022).

Baca Juga: Ikut Sholat Tahajud, Habib Rizieq Shihab Tiba-tiba Muncul di Reuni 212!

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover