PKS-Demokrat Kena Sindiran Keras Orangnya Ibu Mega, Jadi Oposisi tapi Cuma Modal Nyontek Gaya PDIP

PKS-Demokrat Kena Sindiran Keras Orangnya Ibu Mega, Jadi Oposisi tapi Cuma Modal Nyontek Gaya PDIP Kredit Foto: Taufik Idharudin

Ketua DPP PDIP, Said Abdullah mengklaim partai politik yang memilih beroposisi dengan Pemerintahan Joko Widodo sekarang ini hanya meniru gaya PDI Perjuangan saat memilih berdiri di luar pemerintahan pada era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

Diketahui dua parpol yang berada di luar pemerintahan Jokowi, yakni Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). 

Baca Juga: Malawan! Ferdy Sambo Tantang JPU Buktikan Sarung Tangan Hitam dan Pistol HS yang Disebut-sebut Disiapkan Sebelum Penembakan Brigadir J

"Saya melihat oposisi sekarang mau me-fotocopy PDI Perjuangan, karena menganggap oposisi PDI Perjuangan dua periode, tiba-tiba PDIP menang," ujar Ketua DPP PDIP, Said Abdullah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip hari ini.

Said Abdullah mengatakan partai oposisi sekarang ini memilih tak mendukung pemerintah sebab beranggapan bahwa mereka bakal menjadi parpol pemenang pemilu sebagaimana yang dilakukan PDIP yang opsisi selama dua periode  di era SBY dan tiba-tiba keluar menjadi pemenang pemilu. Menurutnya yang diraih PDIP dua kali secara beruntun bukan semata-mata mengejar kursi, tapi ada kualitas. 

"Artikulasi kepentingan politiknya jauh lebih bagus. Kalau sekadar kursi ukurannya janganlah," ucapnya. 

Said menyoroti kritikan yang dilontarkan oposisi sekarang salah fokus, bahkan cenderung tanpa solusi. Ia mencontohkan proyek jalan tol Trans-Sumatera dan Trans-Papua yang kerap dikritik oposisi. Menurutnya, wajar saja proyek tersebut rugi karena memang tujuan untuk kesejahteraan rakyat. 

 "Masa Sumatera tidak berhak mendapat jalan tol, tidak fair. Indonesia timur, (jalan tol) Papua dikritik tidak menghasilkan apa-apa. Lah, bagi masyarakat Jawa tidak menghasilkan apa-apa, tapi bagi masyarakat Papua itu sangat berarti. Rugi? Pasti rugi, tapi masa pemerintah berbisnis dengan rakyat?" terang Said.

Dia mengklaim selama menjadi oposisi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, PDIP tidak pernah menganggu program-program pemerintah. Sebab partainya yakin meski oposisi, program pemerintah semata-mata untuk kepentingan masyarakat. 

"Kalau untuk rakyat, kami selalu welcome. Akan tetapi setiap kebijakan itu yang kami kritisi, tapi kami juga pada saat yang sama memberikan solusi, dan itu diakui pemerintahan SBY ketika itu," ucapnya.

Baca Juga: Hakim Tawarkan Putri Candrawathi Ajukan Penundaan Penahanan Gegara Terpapar Wabah Mematikan

Untuk itu dia berharap partai oposisi sekarang bisa mencontohkan cara PDIP. Bukan asal mengkritisi segala kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Seperti diketahui, usai Partai Gerindra dan Partai Amanat Nasional (PAN) masuk ke kabinet Presiden Jokowi kekuatan oposisi melemah. Kini tersisa Partai PKS dan Demokrat yang berada di luar pemerintah.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover