PPP Tegaskan KIB akan Berhati-hati Tentukan Capres-Cawapres 2024

PPP Tegaskan KIB akan Berhati-hati Tentukan Capres-Cawapres 2024 Kredit Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono menegaskan bahwa Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) akan berhati-hati dalam menentukan Capres dan Cawapres 2024.

Hingga saat ini, ia menyebut KIB masih dalam proses menjaring tokoh yang akan dideklarasikan nanti.

"Saya belum bisa pastikan, berproses di parpol, dan kami harus berhati-hati, mencermati apa yang berkembang sekali lagi untuk bangsa dan negara, tanggungjawab parpol sebagai kawah candradimuka dan kita tawarkan ke rakyat ini loh calon dari KIB," kata Mardiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/11/2022).

Baca Juga: 44 Orang Meninggal dan 700 Luka-Luka Akibat Gempa Cianjur

Ia melanjutkan, PPP saat ini tengah mendengarkan masukan dari seluruh jajarannya terkait calon yang akan diajukan. Setelah itu, PPP akan membahas bersama dengan koalisi.

Mardiono berharap proses tersebut tidak akan memakan waktu lama. Namun, ia menegaskan PPP akan berhati-hati dan cermat dalam memilih calon pemimpin. Calon yang diusung tersebut, kata dia, juga harus melanjutkan program pembangunan nasional saat ini.

"Mudah-mudahan tidak lama. Tetapi ya ini tidak mudah karena kita sedang memilih tokoh bangsa untuk melanjutkan kesinambungan pembangunan nasional kita, untuk melanjutkan estafet kepemimpinan kita, untuk membangun bangsa ini tentu parpol berkewajiban untuk cermat dan berhati-hati," jelas dia.

Baca Juga: Pengamat Sebut Airlangga Hartarto Gak Mesti Jadi Capres, Bisa sebagai Cawapres KIB

Selain itu, masing-masing parpol juga tidak boleh mencampuri urusan internal partai. Namun, jika ada sesuatu hal yang berbeda di dalam koalisi, Mardiono menyebut perlu adanya negosiasi dan lobi-lobi.

"Kalau berbeda ya kita negosiasi dan lobi-lobi, semua berlandaskan pada argumentasi yang memang muncul dari rakyat kita," ucapnya.

Mardiono juga tak menutup kemungkinan adanya partai lain yang akan bergabung di dalam koalisi KIB.

"Dan bukan mustahil akan ada KIB plus ada partai-partai lain bergabung dengan KIB," kata Mardiono.

Baca Juga: Ditolak Heru Budi, Inikah Alasan Reuni Aksi 212 Tidak Digelar di Monas?

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover