Masalah Cebong Kampret dan Kadrun Nggak Tuntas-tuntas, Immanuel Ebenezer Mulai Kepikiran Tarik Dukungan dari Ganjar

Masalah Cebong Kampret dan  Kadrun Nggak Tuntas-tuntas, Immanuel Ebenezer Mulai Kepikiran Tarik Dukungan dari Ganjar Kredit Foto: ISTIMEWA

Ketua Umum Relawan GP Mania, Immanuel Ebenezer punya niatan untuk menarik diri dalam soal dukung-mendukung salah satu tokoh di Pilpres 2024 mendatang. Ia khawatir dukungannya hanya memperpanjang riwayat terjadinya polarisasi di Tanah Air.

"Kalau saya mendukung Ganjar tapi polarisasinya dan konfliknya makin kencang buat apa, kan kita mau penguatan demokrasi, bangsa ini lebih baik," kata Immanuel saat dikonfirmasi Populis.id, Rabu (23/11/2022).

Baca Juga: Alamak! Sambil Sebut Nama Prabowo, Abu Janda Blak-blakan Omongin Tipe Umat Islam di Indonesia: Ada yang tidak Waras dan Suka Keributan

Immanuel atau akrab disapa Noel ini menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terjebak oleh salah satu pihak yang saat ini menjadi simbol polarisasi. Menurutnya, ada dua tokoh yang diduga menjadi simbol polarisasi yaitu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan eks Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.

"Saya tidak mau terjebak soal dukung mendukung deh, saya khawatir kalau saya dukung Ganjar lantas kemudian saya lihat Anies, ini kayaknya dua ini jadi simbol polarisasi," kata dia.

Kekhawatiran itu memuncak karena dirinya menduga bekas-bekas polarisasi pada pemilu-pemilu sebelumnya masih kental terasa. Hal itu ditandai dengan istilah-istilah penyebutan suatu kelompok yang sampai detik ini masih kerap digunakan.

"Soalnya nih persoalan kampret, kadrun, cebong, itu masih kuat sekali. Belum tuntas, dan itu kan jadi PR kita bersama. Apa jangan jangan dipelihara?," ungkapnya.

Baca Juga: Kompak, Dua Pecatan Jokowi Blak-blakan Beber Alasan Pemecatan Anies Baswedan dari Mendikbud, Ngakunya Sih Begini…

Baca Juga: Habib Rizieq Shihab Koar-koar Soal Raja Bohong, Eks Komut BUMN Pecatan Jokowi Nyeletuk: Kita Tahu Kok Siapa yang Dimaksud!

Sebagai salah satu solusinya, Noel mewacanakan agar sebaiknya wakil presiden diisi oleh dua tokoh. Baik Ganjar maupun Anies, bisa ditempatkan pada posisi yang sama.

"Makanya saya ingin coba bangun wacana wapresnya dua aja, mau dipimpin Prabowo terserahlah," pungkasnya.

Baca Juga: Reuni 212 Nggak Digelar di Monas Tapi di Masjid At-Tin, Begini Penjelasan Tangan Kanan Habib Rizieq, Simak Baik-baik!

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover