Abis Usung Anies Jadi Capres, Isu NasDem dan Jokowi Makin Panas! Lihat aja Nanti di Pernikahan Kaesang, 'Siapa yang Tidak Diundang'

Abis Usung Anies Jadi Capres, Isu NasDem dan Jokowi Makin Panas! Lihat aja Nanti di Pernikahan Kaesang, 'Siapa yang Tidak Diundang' Kredit Foto: Wahyu Putro A

Belakangan ini, isu ketidakharmonisan antara Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerap muncul. Terlebih setelah partai NasDem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres.

pengamat politik Rocky Gerung menilai kalau Surya Paloh sudah mengetahui adanya gelagat dari Jokowi melalui bahasa tubuhnya.

"Mungkin sekali, Pak Surya Paloh sekarang mengerti bahasa tubuh Pak Jokowi ingin menyingkirkan dia," kata Rocky di Youtube Rocky Gerung Official yang dikutip pada Kamis (24/11/22).

Baca Juga: Mengaku Selalu Akrab dengan Ganjar Sejak Dulu, Puan: Ngak Ada Apa-apa Biasa Aja

Akan tetapi ia menyebut sulit membedakan antara merangkul dan memukul dalam politik yang dijalankan Jokowi saat ini.

“Selalu ada yang pasti yang bisa disebut kekuasaan itu tidak bisa dibedakan, dia lagi merangkul atau lagi memukul,” ujarnya.

Baca Juga: NasDem Sudah Mengusung Anies Maka Gak Boleh Mundur Sedikit Pun, Harus Tanggung Jawab!

Jokowi dan Surya Paloh menurutnya, merupakan dua sisi wajah kekuasaan yang selalu ada. 

"Dua wajah kekuasaan ini selalu ada pada semua orang, tinggal mana yang lebih dominan. Pak Jokowi kelihatannya memendam kultur itu bahwa ada momentum yang orang tiba-tiba kaget, kok digituin," katanya.

Baca Juga: Gerindra Disebut Sasar Cawapres Lain, 'Prabowo dan Gerindra Sendiri Tampak Tidak Percaya dengan Kapasitas Cak Imin'

Kemudian, Rocky menyoroti keberadaan Anies-Surya Paloh nantinya dalam undangan perkawinan anak bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep yang menjadi simbol politik dari dua sisi wajah kekuasaan tersebut.

"Kita tunggu nanti siapa yang diundang dan yang tidak di acara royal wedding ini, itu tanda membaca simbol politik," ungkapnya.

Baca Juga: Demi Jegal Anies, Benarkah Jokowi Mengubah UU Pemilu?

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover