Surya Paloh Ngerti Bahasa Tubuh Jokowi yang Pengen Nyingkirin Dirinya, Rocky Gerung: Tunggu Nanti Siapa yang Diundang, Itu Tanda..

Surya Paloh Ngerti Bahasa Tubuh Jokowi yang Pengen Nyingkirin Dirinya, Rocky Gerung: Tunggu Nanti Siapa yang Diundang, Itu Tanda.. Kredit Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir

Politisi Senior PDIP Panda Nababan mengungkapkan momen balas dendam Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo di acara pernikahan putri Jokowi, Kahiyang Ayu. Panda mengatakan Gatot diperlakukan ‘hina’ sebagai Panglima TNI dalam acara itu. 

Hal itu, menurut Panda akibat dari Jokowi yang harus berjalan kaki lantaran membludaknya warga saat acara TNI sebelumnya. Maka dari itu momen balas dendam serupa bisa terjadi di pernikahan putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep.

Mengenai hal itu, Pengamat politik Rocky Gerung menduga hal tersebut bisa terjadi kepada Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Rocky menilai, Surya Paloh sudah menyadari konsekuensi ketika mendukung Anies termasuk bagaimana sikap Jokowi setelahnya.

“Mungkin sekali Pak Surya Paloh sekrang mengerti Bahasa tubuh Pak Jokowi ingin menyingkirkan dia,” kata Rocky melalui kanal Youtube Rocky Gerung Official dilansir dari wartaekonomi.com, Rabu (23/11/2022).

Menurutnya, sosok Anies Baswedan layaknya seperti kertas kimia untuk mengukur PH. Dalam hal ini, Rocky memberi ukuran bahwa siapa saja yang akan diundang atau tak diundang oleh Jokowi di pernikahan putranya, Kaesang. Yakni, apakah Anies-Surya Paloh akan diundang, atau malah ‘ditendang’ dan diperlakukan seperti Gatot.

Baca Juga: Heran Anies Dibilang Politik Identitas, PKB: Meski Saya Bangun Koalisi sama Prabowo, Dimana Rekam Jejaknya? Lihat Pas Dia Jadi Gubernur...

“Kita tunggu nanti siapa yang diundang dan yang tidak di acara royal wedding ini, itu tanda membaca symbol politik,” tuturnya.

Mengenai kemungkinan yang terjadi pada Gatot akan terjadi lagi pada Surya Paloh dan pihaknya hadir di pernikahan Kaesang, menurut Rocky ditangan kekuasan bakal selalu ada dua kemungkinan yaitu, merangkul atau memukul.

"Selalu ada yang pasti yang bisa disebut kekuasaan itu tidak bisa dibedakan dia lagi merangkul atau lagi memukul," katanya.

Ia juga mengatakan, selalu ada dua sisi wajah kekuasaan pada setiap orang termasuk Jokowi.

Ia menduga Jokowi memiliki sisi tersebut, yang dipendam dan dilampiaskan dalam momen tertentu seperti yang terjadi pada Gatot Nurmantyo.

Baca Juga: Khawatir Anies Nggak Bakal Lanjuti IKN Kalau Jadi Presiden, Adian: Nggak Yakin Sih!

"Dua wajah kekuasaan ini selalu ada pada semua orang tinggal mana yang lebih dominan. Pak Jokowi kelihatannya memendam kultur itu bahwa ada momentum yang orang tiba-tiba kaget kok digituin,” katanya.

Baca Juga: Rizal Ramli Bayar Orang untuk Habisi Gibran, Benarkah?

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover