PT Jakpro Ajak Ngobrol Warga Korban Gusuran JIS, Hingga Detik Ini Belum Boleh Nempatin Rusun yang Diresmikan Anies

PT Jakpro Ajak Ngobrol Warga Korban Gusuran JIS, Hingga Detik Ini Belum Boleh Nempatin Rusun yang Diresmikan Anies Kredit Foto: Moehamad Dheny Permana

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan aparatur kewilayahan Jakarta Utara mengadakan pertemuan bersama dengan warga eks Kampung Bayam di Balai Pertemuan, Kantor Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (23/11/2022).

Pertemuan itu untuk membahas kesepakatan tinggal di rusunawa Kampung Susun Bayam (KSB) yang sebelumnya sudah diresmikan eks Gubernur Anies Baswedan. Sebab, warga yang menjadi korban gusuran pembangunan Jakarta International Stadium   (JIS) itu masih belum diizinkan untuk menempati rusunawa tersebut.

Baca Juga: Rusunawa yang Diresmikan Anies Gak Boleh Ditempati Warga, Orangnya Prabowo di DKI Langsung Beri Turun Tangan...

VP Corporate Secretary Jakpro, Syachrial Syarif mengatakan bahwa pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan dengan warga pada Jumat (18/11). Pertemuan ini juga sebagai pemenuhan janji yang disampaikan saat calon penghuni saat melakukan penyampaian aspirasinya di JIS, pada Senin (21/11) lalu.

"Pertemuan ini juga merupakan komitmen Jakpro untuk secara konsisten menjalin komunikasi dua arah bersama calon penghuni, sebagaimana yang selalu kita jaga dan laksanakan dari waktu ke waktu" kata Syachrial dalam keterangan secara tertulis, Kamis (24/11/2022).

Baca Juga: Jakpro Punya Peluang Buat Gelar Lagi Formula E Besutan Anies, Gilbert PDIP Langsung Wanti-Wanti Soal Transparansi

Syachrial mengatakan, Jakpro terus berikhtiar agar warga eks kampung bayam dapat segera menghuni KSB. Jakpro disebut tengah mempercepat proses admistrasi internal dan koordinasi bersama Dinas terkait. Disisi lain, komunikasi dengan warga juga dilaksanakan secara intensif dan maraton.

Dalam pertemuan Jakpro, Pemprov DKI, dan warga calon penghuni tersebut telah ditemui kesepakatan bahwa KSB dapat segera ditempati setelah kontrak untuk masa transisi selama 6 bulan ke depan ditandatangani oleh para calon penghuni. Sementara itu, proses penetapan pengelolaan KSB didiskusikan lebih lanjut dengan Pemprov DKI.

"Tentunya hal ini tujuannya agar calon penghuni bisa segera menempati KSB dan pengelolaan KSB dikemudian hari sesuai dengan tata kelola dan peraturan yang berlaku," ujarnya.

Baca Juga: Pengungsi Cianjur Copot Label Gereja, Pak Polisi: Tidak Intoleransi, Cuman Stikernya yang Dibuka, Tendanya Tetap Dipakai!

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover