DPR Bocorkan 5 Pertanyaan yang Harus Bisa Dijawab Calon Panglima TNI, Salah Satunya Soal Politik

DPR Bocorkan 5 Pertanyaan yang Harus Bisa Dijawab Calon Panglima TNI, Salah Satunya Soal Politik Kredit Foto: Taufik Idharudin

Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin menyebutkan bahwa calon Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) harus bisa menyelesaikan lima permasalahan krusial. Lima persoalan ini juga akan ditanyakan langsung kepada calon panglima TNI saat uji kelayakan. 

Persoalan pertama, kata Hasanuddin, adalah soal peningkatan disiplin tentara. Menurutnya, bakal ditanyakan bagaimana upaya Panglima TNI menjaga dan meningkatkan disiplin para prajurit TNI yang kalau menurut data yang ada akhir-akhir ini sedikit menurun.

"Kedua, bagaimana upaya Panglima TNI dalam usaha menyelesaikan Rencana strategi ke III MEF," kata politisi PDI Perjuangan ini kepada awak media pada Kamis (24/11/2022).

Baca Juga: Surpres Calon Panglima TNI Akan Dikirim Jokowi ke DPR Hari Ini, 2 Nama Ini Jadi Sorotan

Lalu persoalan ketiga yang bakal digali oleh Komisi I adalah bagaimana upaya Panglima TNI untuk meningkatkan profesionalisme prajurit TNI melalui latihan dan pendidikan , terutama dalam rangka menghadapi ancaman aktual. Keempat, bagaimana upaya Panglima TNI dalam rangka meningkatkan kesejahteraan prajurit.

"Kemudian, bagaimana sikap Panglima TNI agar prajurit TNI tetap netral dan tak berpolitik sesuai dengan aturan perundang-undangan mengingat pesta politik seperti Pilpres, Pileg, dan Pilkada semakin dekat," tandasnya.  

Baca Juga: PAN Tak Ambil Pusing Muncul Amanat Indonesia yang Dukung Anies Baswedan, Ternyata Eh Ternyata Mereka Sudah Nggak Aktif di Partai Nih!

Hasanuddin juga menyebut Surat Presiden (Surpres) mengenai pergantian panglima TNI harus segera dikirim ke DPR. Ia menekankan bahwa paling lambat 15 Desember nanti.

"Prediksi kami sebelum reses atau sebelum tanggal 15 Desember 2022 sudah harus ada jadwal uji kelayakan untuk calon Panglima TNI yang baru," kata politisi PDI Perjuangan ini.

Sebelumnya, Sekjen DPR RI Indra Iskandar menjelaskan pihaknya telah menginformasikan ke Kemensetneg  agar Surpres pergantian panglima TNI dapat diserahkan ke DPR pada Senin (28/11).

"Jadi penyerahan surpres Panglima TNI itu akan diserahkan oleh Mensesneg kepada Ibu Puan itu tanggal 28 November," kata Indra saat ditanya awak media.

Baca Juga: Paloh Nggak Bisa Hadir di Pernikahan Putra Jokowi Karena Alasan Sakit, Ada yang Nyeletuk: Sebagai Petarung, Kecil Kemungkinan Dia...

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover