Singgung Kasus Kopi Sianida dengan Brigadir J, Otto Hasibuan: Bertolak Belakang, Upaya Bebaskan Sambo Besar, Kalau Jessica kan...

Singgung Kasus Kopi Sianida dengan Brigadir J, Otto Hasibuan: Bertolak Belakang, Upaya Bebaskan Sambo Besar, Kalau Jessica kan... Kredit Foto: istimewa

Ketua Peradi, Otto Hasibuan menyinggung persidangan kasus pembunuhan Brigadir J dengan kasus kopi sianida Jessica.

Ia teringat pada kasus Jessica yang pernah ditanganinya, ada perbedaan dalam kasus tersebut dengan kasus yang melibatkan Ferdy Sambo itu.

“Kalau kita melihat persidangan ini, saya teringat pada kasus yang pernah saya tangani, yaitu kasus Jessica,” ujarnya dilansir dari KompasTV pada Kamis (24/11/2022).

Namun, perbedaannya, kata Otto, dilihat dari kasus Jessica berbanding terbalik.

“Perbedaanya adalah kalau di kasus Jessica ini kan terbalik, upaya untuk menghukum Jessica itu besar,” lanjutnya.

Sementara, dalam kasus Yosua, ini yang besar merupakan upaya pembebasan Ferdy Sambo.

“Tapi sekarang ini, yang kita bicarakan, upaya membebaskan Sambo yang besar, ini kan bertolak belakang,” ungkapnya.

Maka dari itu, menurutnya, saat dirinya menjadi kuasa hukum Jessica itu benar-benar memberatkan dirinya, lantaran sebagian orang ingin Jessica dihukum.

“Sehingga pada waktu itu saya sebagai kuasa hukumnya, itu betul-betul berat sekali melakukan pembelaannya ya, karena sebagian orang ingin Jessica dihukum,” ucap Otto.

Namun, hal tersebut bukan persoalan. Ia mengaku hanya akan melihat dari perspektif kacamata kegiatan hukum.

Disisi lain, Oto mengungkapkan dirinya pernah menangani satu kasus di Hongkong dengan terdakwa seoarang Warga Negara Indonesia (WNI) pada 20 tahun lalu.

“Perkara pidana, yang mana terdakwanya orang Indonesia, dan kasus itu mengenai Money laundring,” katanya.

“Jadi suatu persidangan pada waktu itu berjalan, saya melihat hakim ini, dan saya memakai kacamata Indonesia, seperti yang ada dalam judul kita,” lanjutnya.

Lalu ia membisikkan dugaannya kepada rekannya, ia menduga bahwa hakim disana sudah ada bermain hingga terlalu memberatkan kliennya.

Baca Juga: Aneh Banget! Ferdy Sambo Kok Masukin Uang Rp 450 Juta ke Rekening Orang Lain, Hati-Hati Loh, Itu Ada…

Namun, saat itu dirinya langsung ditarik keluar dari persidangan, dan rekannya tersebut marah. 

“Katanya, ‘jangankan untuk ngomong seperti itu, mikir aja kami tidak pernah diizinkan untuk itu’,” katanya.

Melihat dari kejadian tersebut, kata Otto, bisa dibayangkan bagaimanan proses hukum disana.

“Jadi bayangkan, jangankan ngomong, mikir aja nggak boleh, kita lihat bagaimana cara berpikir mereka tentang hukum,” ungkap Otto.

Ia menilai, sebenarnya, jika kita berpikir positif dan negara memang benar-benar negara hukum, maka tak perlu ada lagi pengawalan dari masyarakat ketika perkara sudah masuk di Pengadilan.

Baca Juga: Anies dan PA 212 Bakal Dirikan Negara Khilafah Jika Menang Pilpres, Apa Benar?

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover