Habis Regang Nyawa Brigadir J dengan Sadis, Ferdy Sambo Malah Nangis-nangis: Matanya..

Habis Regang Nyawa Brigadir J dengan Sadis, Ferdy Sambo Malah Nangis-nangis: Matanya.. Kredit Foto: Taufik Idharudin

Asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo, Diryanto alias Kodir, kembali hadir menjadi saksi dalam sidang obstruction of justice kasus pembunuhan Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis (24/11/2022).

Saat meminta keterangan Kodir, Ketua Majelis Hakim kasus obstruction of justice, Afrizal Hadi, menyinggung soal ekspresi wajah Ferdy Sambo saat memintanya untuk memanggil Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, Ridwan Soplanit.

Baca Juga: Ternyata Ada Dua, Salah Satu Rekening Brigadir J Saldonya Bikin Melongo karena Hampir Rp100 Triliun! Terjawab Sudah..

Ferdy Sambo sendiri menyuruh Kodir untuk memanggil Ridwan setelah Brigadir J terbunuh dengan cara ditembak di rumah dinasnya yang berada di Duren Tiga, Jakarta Selatan pada awal Juli lalu.

“Bagaimana wajah FS saat itu?” tanya Hakim Afrizal.

Kodir pun menjawab, “Menangis, seperti menangis.”

Hakim pun bertanya kembali agar Kodir bisa menjelaskan lebih rinci soal ekspresi Ferdy Sambo, bahkan ia menyinggung soal emoji di WhatsApp.

Ia menekankan, Emoji gitu lho, di WhatsApp ada emoji, marah, sedih, kesal, jengkel, pusing gimana?”

“Matanya merah,” jelas Kodir.

Hakim Afrizal menegaskan, “Merah marah atau merah karena nangis?”

“Merah tapi keluar air matanya juga,” pungkas Kodir.

Baca Juga: Sempat Dikira Kebakaran, Polisi Sebut Asap dari Gedung Bareskrim Polri Karena Konsleting Listrik

Setelah itu, hakim bertanya apakah Kodir bertanya ke eks Kadiv Propam itu mengenai alasan ia menangis.

“Saudara tidak tanya (kenapa menangis)?” kata hakim.

Kodir mengatakan, “Tidak berani yang mulia.”

“Kenapa tidak berani?” tutur hakim lagi.

Kodir menegaskan, “Tidak berani yang mulia, tidak sopan.”

Kodir sendiri menyebut kalau dirinya tidak bertanya mengenai alasan adanya suara tembakan yang didengarnya. Ia bahkan mengaku mengetahui Brigadir J ditembak saat mendengar pembicaraan orang lain.

Baca Juga: Ditolak Heru Budi, Inikah Alasan Reuni Aksi 212 Tidak Digelar di Monas?

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover