Gawat! Bekas Pejabat BUMN Ogah Banget Ganjar Jadi Presiden: Kita Nggak Mau Pemimpin Mendendam!

Gawat! Bekas Pejabat BUMN Ogah Banget Ganjar Jadi Presiden: Kita Nggak Mau Pemimpin Mendendam! Kredit Foto: Istimewa

Pakar hukum tata negara, Refly Harun menegaskan jika rakyat Indonesia harus mencari pemimpin yang dapat menyatukan dan mempunyai jiwa besar.

Hal ini dikatakan terkait isu yang menyebut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai sosok penerus Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Tak hanya itu, dirinya juga menyinggung soal pemimpin yang mempunyai dendam dengan rakyat karena berbeda pendapat.

Baca Juga: Bekingan Jokowi Nggak Ngefek, Nasib Mas Ganjar Bakal Tragis Kalau Nekat Loncat Dari PDIP Demi Tiket Pilpres 2024, Bakal Dilenyapkan!

"Kita harus mencari pemimpin yang menyatukan, yang berjiwa besar. Bukan pemimpin yang mendendam dengan rakyat yang berbeda pendapat," ucap mantan Komisaris di BUMN, dalam YouTube pribadi miliknya, dilihat Jumat (25/11/2022).

Kemudian, ia membeberkan sosok pemimpin yang tidak bisa menindak lanjut kasus-kasus yang terjadi di Tanah Air.

Baca Juga: Pengamat Sebut KIB akan Sulit Mengusung Ganjar Pranowo Capres 2024

"Apa lagi tidak apa tidak memproses kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia. Seperti Kanjuruhan, KM 50. Terutama KM 50 yang terbukti tidak diproses secara benar dan secara baik makanya banyak protes sampai saat ini," tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengutarakan soal Ganjar Pranowo yang disebut jadi pewaris dari Jokowi.

"Kita spending more money untuk menggantikan mode transportasi but it doesn't happen. Itu masalahnya. Karena itu Kalau seandainya kemudian Ganjar dianggap pewaris atau Legacy dari Presiden Jokowi, bagi saya maaf-maaf saja," ungkap Refly Harun.

"Bukan karena tidak suka. Jadi kita harus bedakan antara tidak suka dengan melihat prospek orangnya. Apakah iya model kepemimpinan begini yang dibutuhkan untuk 2024," pungkasnya.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover