KIB Dinilai Lamban Beri Kepastian ke Publik soal Deklarasi Capres-Cawapres, Hati-hati Bisa Gagal Nanti Berkontestasi!

KIB Dinilai Lamban Beri Kepastian ke Publik soal Deklarasi Capres-Cawapres, Hati-hati Bisa Gagal Nanti Berkontestasi! Kredit Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Arifki Chaniago menilai Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) akan segera kehilangan momentum.

Menurutnya, koalisi yang diisi Partai Golkar, PAN, dan PPP tersebut berpotensi kandas jika tak memiliki capres dan cawapres dalam waktu dekat. 

"KIB berpotensi gagal berkontestasi jika tak segera mendeklarasikan capres cawapresnya," kata dia dilansir dari genpi, Kamis (24/11).

Baca Juga: Luhut Binsar hingga Ahok Ternyata Layak Jadi Kandidat Cawapres Lho... Ini Alasannya

Dirinya menyayangkan langkah KIB yang lambat dalam memberikan kepastian kepada publik meski sudah mendeklarasikan koalisi lebih dini.

"Sebab, dua partai yang tegabung dalam KIB, yakni PPP dan PAN sudah mulai berada pada posisi sulit," tuturnya. 

Baca Juga: 2 Kader Senior Diisukan Hengkang dari Partai NasDem, Ruhut Malah Beri Ledekan

Arifki menilai para kader-kader dari PAN dan PPP sudah mulai mendorong capres dan cawapres dari partai lain alias di luar KIB.

“Padahal, narasi yang dibangun oleh KIB sejak awal cukup menarik,” kata dia.

Dia juga mengatakan bahwa KIB mengedepankan pengaruh partai yang lebih kuat dibandingkan sosok personal yang didukung publik.

“Sebetulnya, KIB telah membawa fungsi partai politik pada alur yang seharusnya,” ujar Arifki.

Baca Juga: NasDem Ogah Anies Dicap dengan Politik Identitas, Johnny: Boleh Bertarung Memenangkan Tapi Abis itu...

Sayangnya, menurut Arifki, KIB terlalu lama bermain dengan narasi kelembagaan dan telat mendeklarasikan capres dan cawapres untuk Pilpres 2024.

Baca Juga: Demi Jegal Anies, Benarkah Jokowi Mengubah UU Pemilu?

Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover