DPR Ngotot Sahkan RKUHP Sebelum Masa Reses Akhir Tahun 2022

DPR Ngotot Sahkan RKUHP Sebelum Masa Reses Akhir Tahun 2022 Kredit Foto: Taufik Idharudin

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menginginkan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) bisa disahkan sebelum masa reses akhir tahun 2022.

“Ya menurut hasil komunikasi dengan Ibu Ketua DPR bahwa dalam waktu dekat kita akan rapat pimpinan, dan insya Allah sebelum kami memasuki masa reses di masa sidang ini RUU KUHP akan disahkan di paripurna DPR,” ujar Dasco, Jumat (25/11/2022).

Diketahui, Komisi III DPR bersama pemerintah telah menyetujui pengesahan RKUHP pada tingkat I, Kamis (24/11). RKHUP akan dibawa ke rapat paripurna DPR untuk disahkan menjadi UU. Namun, ia mengaku belum bisa memastikan kapan rapat paripurna digelar.

Baca Juga: RKUHP: Menyebarkan Ajaran Komunisme dan Marxisme Dipenjara 4 Tahun!

Sebab, anggota Dewan mesti menggelar rapat pimpinan dan badan musyawarah (Bamus) DPR terlebih dulu. "Itu harus disinkronkan antara pimpinan DPR, pimpinan Fraksi, dan alat kelengkapan Dewan (AKD),” ujarnya.

Dasco juga memastikan pasal krusial dalam RKUHP sudah banyak direformulasikan sesuai masukan masyarakat. Menurutnya, RKUHP hanya perlu disosialisasikan dengan baik sehingga tak menimbulkan polemik pada 2019 lalu.

"Bahwa ada pasal yang masih dirasa kontroversial, saya rasa kemarin sudah jadi bahan pertimbangan teman-teman dan kami lakukan kajian. Ada partai-partai yang menerima dengan catatan, mayoritas menerima dengan catatan,” tuturnya.

Ia juga menambahkan, DPR dan pemerintah mungkin meminta untuk lebih mensosialisasikan kepada masyarakat, mengenai hal-hal krusial supaya masyarakat mengerti.

Baca Juga: RKUHP Bermasalah Segera Disahkan, BEM UI: Jokowi Jahat!

"Karena ada beberapa pasal sebenernya sudah kita harmonisasikan, harusnya enggak jadi polemik," katanya menambahkan.

Dasco menambahkan masyarakat yang menolak dapat menempuh jalur hukum ke Mahkamah Konstitusi. Menurutnya, RKUHP sudah berkali-kali melalui kajian.

"Kita kan ada jalur konstitusional. Yang tidak puas boleh upaya ke MK misal," imbuhnya.

Ia menyadari RKUHP ini harus segera disahkan, karena sudah lama terhenti.

"Sudah pernah dihentikan, dibahas lagi, dihentikan, dibahas lagi, dan kali ini tinggal pasal krusial yang sebenarnya menurut kita kalau disosialisasikan, bisa diterima dengan baik di masyarakat," tegas Dasco.

Baca Juga: Paloh Nggak Bisa Hadir di Pernikahan Putra Jokowi Karena Alasan Sakit, Ada yang Nyeletuk: Sebagai Petarung, Kecil Kemungkinan Dia...

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover