Polemik Tambang Ilegal Komjen Agus Andrianto, Eks Kabareskrim: Udah Jelas Pelakunya, Lebih Mudah dari Kasus Sambo!

Polemik Tambang Ilegal Komjen Agus Andrianto, Eks Kabareskrim: Udah Jelas Pelakunya, Lebih Mudah dari Kasus Sambo! Kredit Foto: Suara.com

Selain Agus Andrianto, Ismail juga mengaku memberikan sumbangan senilai Rp200 juta ke Polres Bontang. Dia menyetorkannya ke Kasatreskrim Bontang AKP Asriadi di ruang kerjanya.

Pengakuan Ismail Bolong ini dibenarkan oleh eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.

Saat selesai menjalani persidangan kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo menyempatkan menjawab pertanyaan awak media terkait kasus tambang ilegal tersebut.

Baca Juga: Perang Bintang? 'Aibnya' Dibongkar Ferdy Sambo, Kabareskrim Serang Balik: Maklum Lah, Kasus Brigadir J Aja..

Dia membenarkan beredarnya surat laporan hasil penyelidikan yang ditandatangani 7 April 2022 terkait tambang ilegal tersebut.

"Kan ada itu suratnya," ujar Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (22/11) lalu.

"Ya sudah benar itu suratnya," sambungnya.

Hal senada juga diungkap oleh mantan Karo Paminal Divpropam Polri Hendra Kurniawan.

Hendra membenarkan adanya keterlibatan Komjen Pol Agus Andrianto dalam tambang ilegal di Kalimatan Timur.

Baca Juga: Kapolri Marah Besar! Perintahkan Anak Buahnya Tangkap Ismail Bolong

Ia juga mengamini isi surat laporan hasil penyelidikan terkait tambang ilegal yang beredar di media sosial.

"Betul, betul (soal surat hasil laporan)," ujar Hendra di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis kemarin.

Ia juga mengaku ikut memeriksa petinggi Polri yang diduga terjerat kasus aliran dana dari tambang ilegal yang dilaporkan oleh Ismail Bolong.

"Tanyakan pada pejabat yang berwenang aja ya. Kan ada datanya, nggak fiktif," kata Hendra.

Baca Juga: Video UAS Sebut ‘ISIS’ Bagus Jadi Kontroversi, Pendeta Ini Justru Kasih Pembelaan: Ini Pembohongan Publik!

Tak hanya itu, terdakwa kasus obstruction of justice pembunuhan Brigadir J ini pun membenarkan dugaan aliran dana ke Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto.

"Ya faktanya begitu," tegasnya.

Laporan Hasil Penyelidikan Tambang Ilegal

Sebelumnya beredar surat laporan hasil penyelidikan terkait tambang ilegal di Kalimantan Timur yang diduga melibatkan anggota Polri.

Laporan hasil penyelidikan ini tertanggal 7 April 2022 ditandatangani oleh Ferdy Sambo yang saat ini masih menjabat Kadiv Propam Polri.

Dalam salinan dokumen bernomor R/1253/IV/WAS/.2.4.2022/Divpropam yang beredar di media sosial ini disebutkan tiga poin kesimpulan hasil penyelidikan tambang batu bara ilegal tersebut.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover