Wapres Minta Peserta Pemilu 2024 Tak Mainkan Politik Identitas: Jual Program Kerja!

Wapres Minta Peserta Pemilu 2024 Tak Mainkan Politik Identitas: Jual Program Kerja! Kredit Foto: Istimewa

Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta peserta Pemilu 2024 tidak memainkan politik identitas agar demi dipilih masyarakat. Ma'ruf meminta agar pasangan calon presiden dan wakil presiden maupun calon anggota legislatif mengedepankan program-program.

"Dalam mengkampanyekan calon itu semestinya memang tidak menggunakan pendekatan identitas, agama, ras, etnis, tetapi pendekatannya adalah program-program," ujar Ma'ruf dalam siaran persnya di sela kunjungan kerjanya ke Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (25/11/2022).

Ma'ruf mengatakan, langkah tersebut perlu dilakukan demi menghindari polariasi atau pembelahan di tengah masyarakat. Sebab, kata dia, dari pengalaman Pemilu sebelumnya, menggunakan politik identitas kerap berdampak pada terbelahnya masyarakat.

Baca Juga: Wapres Minta KAHMI Jangan Terpecah Meski Beda Pilihan Capres, Peserta Munas Teriakkan Nama Anies!

"Saya kira kita kan sudah berkali-kali mengadakan pemilu, pilpres, dan kita sudah merasakan kalau kita menggunakan pendekatan identitas itu bisa membawa keterbelahan," ujar Ma'ruf.

Dia mengimbau para kandidat yang akan maju di pemilu mendatang lebih menekankan pada fokus program-programnya. Selain itu, dia juga meminta para elit-elit politik tidak menggunakan istilah-istilah yang bisa memicu pembelahan di tengah masyarakat.

"Seperti pemilu yang lalu penyebutan yang kurang baik ya, barangkali itu harus dihindari untuk menjaga keutuhan bangsa dan kesatuan," ujar Ma'ruf.

Baca Juga: KAHMI Gelar Munas di Palu, Jusuf Kalla: Jangan Ada Kursi Melayang!

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini juga mengingatkan agar dalam kampanye para elite politik untuk mengedepankan sikap santun dan saling menghargai. Dia juga berharap, narasi yang perlu dibangun sikap siap menang dan siap kalah.

Sehingga, jika hasil pemilu tidak sesuai dengan harapan, tidak disikapi dengan langkah destruktif. "Jangan siap menang tapi tidak siap kalah, itu nanti kemudian mengambil langkah-langkah yang destruktif, ya, yang kurang baik," ujarnya.

Mantan Rais Aam PBNU ini mengingatkan Pemilu 2024 adalah pesta demokrasi lima tahunan yang perlu tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa.

"Kalau soal pilihan itu terserah masing-masing pemilih, ya, tapi jangan mengkampanyekan hal-hal yang bisa menimbulkan keterbelahan. Kita ada dalam alam demokrasi, orang boleh memilih siapa yang sesuai dengan hati nuraninya," ujarnya.

Baca Juga: Terduga Penghina Iriana Diusir hingga Diarak Warga Setempat, Apa Benar?

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Populis dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover