Korban Gusuran JIS Sudah Boleh Tempati Rusun yang Diresmikan Anies, Ehh Tapi Ada Syaratnya...

Korban Gusuran JIS Sudah Boleh Tempati Rusun yang Diresmikan Anies, Ehh Tapi Ada Syaratnya... Kredit Foto: Deka Wira Saputra

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan aparatur kewilayahan Jakarta Utara sudah menyetujui besaran tarif sewa Rusunawa Kampung Susun Bayam (KSB) yang mengacu kepada Pergub Nomer 55 Tahun 2018.

Besaran tarif ini akan diterapkan kepada eks warga Kampung Bayam yang menjadi korban gusuran akibat pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) di era eks Gubernur Anies Baswedan. Jika syarat itu dipenuhi, maka warga eks Kampung Bayam boleh menempati KSB.

Baca Juga: Kumpul-Kumpul Jokowi Bareng Relawan di GBK Disinyalir Habiskan Rp100 M, Pengamat Pro Anies Baswedan Teriak Lantang: Itu Pakai Duit Negara?

"Jadi besaran tarif ini akan mengacu kepada Pergub Nomer 55 Tahun 2018. Jadi bukan lagi berdasarkan perhitungan tarif keekonomian Jakpro. Ini perlu kita syukuri karena kita terus memperjuangkan agar warga sesegera mungkin bisa bermukim di KSB," ujar VP Corporate Secretary Syachrial Syarif dalam keterangannya, Minggu (27/11/2022).

Syachrial menambahkan, Jakpro bersama jajaran terkait juga sudah menyepakati bahwa pengelolaan KSB akan dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta. Hanya saja proses peralihan pengelolaan itu membutuhkan waktu yang tak sebentar, karen dana pembangunannya bersumber dari pinjaman PEN (Pemulihan ekonomi nasional). 

Sehingga proses peralihan dari Jakpro ke Pemprov DKI perlu ada keterlibatan dari pemerintah pusat dan harus sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance.

Bersamaan dengan itu, Jakpro turut mendampingi warga calon penghuni KSB membentuk paguyuban atau koperasi untuk melaksanakan pemeliharaan selama proses transisi. Hal ini juga menjadi syarat bagi calon warga eks Kampung Bayam untuk bisa menempati KSB.

"Sehingga pada prinsipnya kapan saja warga bisa menghuni KSB, jika sudah sepakat dengan isi perjanjian secara tertulis dengan pihak Jakpro dan Paguyuban atau Koperasi," ujarnya.

Warga calon penghuni KSB yang berjumlah 123 Kepala Keluarga (KK) ini, menurut Syachrial, merupakan warga eks Kampung Bayam yang terdampak pembangunan JIS. Ia memastikan bahwa warga yang terdampak sudah mendapatkan ganti untung.

Baca Juga: Mas Ganjar yang Sabar... Ini Guyon! Kode Jokowi Pemimpin 'Rambut Putih' Bukan Anda, tapi Besannya SBY

Baca Juga: Jokowi Lihat Capres dari Tampilan Fisik, Orang Kepercayaan AHY Langsung Beri Bantahan Menohok, Simak!

"Jadi seluruhnya 624 KK telah mendapatkan ganti untung, termasuk 123 KK calon penghuni KSB," jelasnya.

Seperti diketahui, rusunawa Kampung Susun Bayam (KSB) sudah diresmikan gubernur sebelumnya, Anies Baswedan pada 12 Oktober 2022. Namun, rusun tersebut tak kunjung boleh ditempati oleh korban gusuran JIS karena proses administrasi yang masih berlangsung.

Baca Juga: Buntut Sebut Jokowi Firaun, Benarkah Gibran Datangi Rumah Cak Nun?

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover