Rocky Gerung Ungkap Alasan Jokowi Gelar Acara Akbar di GBK: Istana Ketar-Ketir Lihat Blusukan Anies!

Rocky Gerung Ungkap Alasan Jokowi Gelar Acara Akbar di GBK: Istana Ketar-Ketir Lihat Blusukan Anies! Kredit Foto: twitter/@miduk17

Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti acara 'Nusantara Bersatu' yang digelar relawan Jokowi di Gelora Bung Karno (GBK) pada Sabut (26/11) lalu.

Rocky menilai bahwa acara itu digelar bukan lagi untuk mengkampanyekan perpanjangan atau 3 periode Presiden Jokowi.

Dia melihat acara besar-besaran di GBK itu muncul karena ada faktor lain sehingga Jokowi harus turun tangan.

“Itu sebetulnya soal perpanjangan itu sudah surut, makanya kita lihat Musra (Musyarawarah Relawan Jokowi) itu semakin dikit,” ujar Rocky melalui kanal Youtube Rocky Gerung Official dikutip Senin (28/11).

Baca Juga: Lho! Relawan Jokowi Malah Kritik Acara Nusantara Bersatu di GBK: Sebaiknya Fokus Hadapi Resesi

Menurut Peneliti Perhimpunan Pendidikan Demokrasi Indonesia (P2D) ini, pertemuan yang dihadiri Jokowi tersebut adalah respons atas makin kuatnya suara perlawanan dari kubu oposisi yang dibawa oleh sosok Anies Baswedan.

“Tetapi begitu Anies beredar ke seluruh Indonesia, cemas lagi istana. Jadi ini reaksi terhadap blusukan Anies yang diterima gegap gempita,” tambah Rocky.

Menurut Rocky, istana mulai sadar betapa “berbahayanya” Anies bagi kelangsungan kekuasaan mereka, padahal Anies baru memulai kunjungannya setelah menuntaskan tugas menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Baca Juga: Gara-Gara Jokowi, Ganjar Pranowo Jadi Dijuluki 'Presiden Rambut Putih'

Faktor relawan Anies yang bahkan datang dari kader-kader partai penguasa juga dinilai Rocky sebagai modal berharga Anies dalam kontestasi Pilpres 2024.

“Bagi istana dia bisa hitung yang disebut efek berantai ini, kalau sudah separuh Indonesia itu diasuh relawan Anies ya sudah pemilu selesai sebetulnya, ini euforia susah dipahami,” ujar Rocky.

Rocky bahkan berujar dengan kekuatan relawan Anies yang terus tumbuh, calon-calon yang Jokowi punya untuk memastikan kekuasaannya masih terus berlanjut akan mengalami kesulitan sendiri menghadapi eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

“Orang menganggap ya mau siapa kek Calon Jokowi yang pokoknya Anies tak ada lawannya dan itu yang kan ditularkan oleh yang disebut Voluntarisme atau kesukarelaan politik ini. Sementara di sisi Jokowi kesukaraelaan itu membutuhkan dana, uang, panitia, dan poster kan itu tertinggal, Anies tanpa Poster kemana-mana orang sudah ikut,” jelasnya.

Lihat Sumber Artikel di Fajar Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Fajar.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover