Tokoh Nahdlatul Ulama, Umar Hasibuan (Gus Umar) menyebut Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, tak memiliki maksud apapun soal videonya yang viral meminta restu kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bertempur dengan pihak yang menyerang pemerintah.
Hal itu disampaikan Gus Umar melalui akun Twitter pribadinya yang disertai unggahan gambar yang memperlihatkan riwayat panggilan telepon dengan Benny Rhamdani.
“Barusan saya ditelepon bang Benny Rhamdani. Dia cerita enggak ada maksud mau benturkan masyarakat,” tulis Gus Umar, dikutip Populis.id, Senin, (28/11/2022).
Barusan saya di tlp bang Benny Rhamdani. Dia cerita gak ada maksud mau benturkan masyarakat. Dia hanya ingin spy proses hukum tetap berjalan bagi yg hina jokowi. Gitu ges. pic.twitter.com/MCW1dzfGGL
— Bang Umar Hasibuan (@umarhasibuan757) November 28, 2022
Gus Umar menjelaskan, Benny hanya ingin proses hukum ditegakkan dengan adil terhadap pihak yang menghina Jokowi.
“Dia hanya ingin supaya proses hukum tetap berjalan bagi yang hina jokowi.Gitu ges,” jelasnya.
Sebelumnya, sebuah video viral menampilkan Benny Rhamdani bersama relawan lainnya menyinggung para pembenci Jokowi. Kemudian, dia menyarankan agar program keberhasilan Jokowi dipublikasikan melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
Bahkan ia, mengaku bisa kehilangan kesabaran terhadap penghina Jokowi dan menyatakan siap untuk bertembur di lapangan.
“Kedua kita gemas ingin melawan mereka. Kalau mau kita tempur lapangan, kita lebih banyak. Kalau bapak tidak mengizinkan kita tempur di lapangan melawan mereka maka penegakan hukum yang harus. Misalnya setiap mereka yang mencemarkan nama baik, menyerang pemerintah, adu domba, hasut, penyebar kebencian, semua bisa dijerat hukum. Penegakan hukum ini yang harus dilakukan diperkuat lagi. Karena kalau tidak, kita kehilangan kesabaran, ya udah kita lawan mereka di lapangan misalnya,” kata Benny dalam potongan video yang viral di media sosial.