JK Minta Presiden Netral di Pilpres, Orangnya Cak Imin Nyeletuk: Nggak Mungkin Pak Dia Sudah Kampanye di GBK!

JK Minta Presiden Netral di Pilpres, Orangnya Cak Imin Nyeletuk: Nggak Mungkin Pak Dia Sudah Kampanye di GBK! Kredit Foto: Hafidz Mubarak A

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12  Jusuf Kalla atau JK meminta kepala negara bersikap netral pada Pemilihan Umum (Pemilu). Menurut JK netralitas seorang kepala negara sangat penting agar demokrasi di negara ini berjalan dengan semestinya. Hal ini disampaikan JK ketika berbincang dengan pengamat Politik Rocky Gerung pekan lalu

"Ya, artinya menjelang Pemilu itu sebagai Presiden, kepala negara tentu menjaga demokrasi itu sendiri berjalan dengan baik. Sebagai Presiden yang tentu sudah dua kali harus betul-betul netral. Betul-betul menjaga kehidupan sesuai dengan UU," ujar JK dilansir Populis.id dari saluran Youtube Rocky Gerung Selasa (29/11/2022). 

Baca Juga: Alamak! Posko Medis Gerakan Katolik Buat Pengungsian Cianjur Diambil Alih FPI, Ada yang Teriak-teriak: Antum Harus Ingat, Bahwa…

Kekinian pernyataan JK menuai berbagai tanggapan masyarakat  salah satunya datang dari Kader PKB Muhammad Umar Syadat atau yang akrab dipanggil Gus Umar. Dia menanggapi pernyataan itu dengan mengungkit kembali pernyataan Presiden Joko Widodo yang meminta para pendukungnya memilih pemimpin pekerja keras dengan ciri rambut uban dan jidat berkerut. 

Kendati tidak menyebutkan nama, namun sejumlah pihak mengasumsikan pernyataan sebagai bentuk dukungan kepala negara kepada Ganjar Pranowo untuk maju pada Pilpres 2024 mendatang. 

Dengan pernyataan Jokowi yang dinilai terangan-terangan mendukung Ganjar itu, maka netralitas kepala negara sebagaimana yang dibicarakan JK dinilai sukar terwujud. 

"Gak mungkin pak. Di GBK saja jelas dia kampanye pemimpin rambut putih," ujar anak buah Muhaimin Iskandar (Cak Imin) itu. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan ciri-ciri pemimpin yang memikirkan rakyat. Menurutnya, ciri pemimpin tersebut terlihat dari dari penampilan dan wajahnya.

"Perlu saya sampaikan pemimpin yang mikirin rakyat itu kelihatan dari mukanya. Itu kelihatan dari penampilannya itu kelihatan," kata Jokowi di acara Nusantara Bersatu di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (26/11).

Jokowi berkata, pemimpin yang memikirkan rakyat banyak kerutan di wajahnya. Selain itu, rambut pemimpin tersebut berwarna putih.

Baca Juga: Ini Parah Nih! Loyalis Anies Bilang Ganjar Pendukung LGBT Gegara Bentangkan Kain Ulos, Astaga!

Baca Juga: Sidang Lanjutan Kasus Brigadir J, Putri Candrawathi Nangis Sejadi-jadinya Sambil Karang Cerita Pelecehan, Astaga!

Banyak kerutan di wajahnya karena mikirin rakyat, ada juga yang mikirin rakyat sampai rambutnya putih semua ada," kata Jokowi. Dia bilang hati hati dengan calon pemimpin yang mukanya mulus. Dia kembali berkata, pilih pemimpin yang rambutnya putih.

"Saya ulang jadi pemimpin yang mikirin rakyat itu kelihatan dari penampilannya, dari kerutan di wajahnya, kalau wajahnya clink bersih, tidak ada kerutan di wajahnya hati hati, lihat juga lihat rambut rambutnya, kalau rambutnya putih semua ini mikir rakyat ini," kata Jokowi.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover