Rocky Gerung Nilai Anies Baswedan Bikin Pihak Istana Ketar-ketir, Politisi NasDem: Ya Semestinya Pemerintah Itu Netral...

Rocky Gerung Nilai Anies Baswedan Bikin Pihak Istana Ketar-ketir, Politisi NasDem: Ya Semestinya Pemerintah Itu Netral... Kredit Foto: Poskota.co.id

Politisi Partai NasDem Bestari Barus menanggapi pertanyaan Rocky Gerung yang menyebut bahwa pihak istana mulai ketar-ketir dengan narasi yang dibawa eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat safari politik ke sejumlah daerah. Apalagi elektabilitas Anies juga secara konsisten ikut merangkak naik.

Bestari mengaku tidak mengetahui apakah pihak istana betul-betul alami ketar-ketir. Sebab semestinya pihak istana tidak ikut campur dalam urusan Pilpres, apalagi sampai berniat untuk melakukan perlawanan terhadap Anies Baswedan yang saat ini bakal menjadi capres dari Partai NasDem.

"Saya tidak ada komunikasi dengan istana, jadi saya gak ngerti apakah mereka ketar-ketir atau apa. Tapi kan sebetulnya istana seharusnya tidak terlibat di dalam pemilihan calon presiden RI ke depan," kata Bestari saat berbincang dengan Populis.id, Rabu (30/11/2022).

Baca Juga: Elektabilitas Anies Berhasil Nyalip Prabowo, NasDem: Terjawab Sudah, Bukti Kepercayaan Masyarakat Makin...

Bestari menilai, semestinya pemerintah bisa bersikap netral dalam menghadapi Pilpres 2024. Apalagi, sudah termaktub dalam Undang-Undang Pemilu bahwa pihak yang bisa mengusung capres adalah partai politik dengan catatan dapat memenuhi syarat presidential threshold.

"Penetapan calon ke depan kan yang disyaratkan oleh undang-undang kita adalah partai politik dan gabungan partai politik. Jadi saya kira pemerintah akan netral lah," ujarnya.

Baca Juga: Hati-hati Nih... PDIP Bisa Ditinggalkan Pemilihnya Jika Tak Usung Ganjar Jadi Capres 2024

Tim Pemenangan pemilu NasDem Jawa 1 Banten-DKI itu pun menilai singgungan Presiden Joko Widodo soal calon pemimpin berambut putih bukan sebagai bentuk dukungan terhadap salah satu calon. Ia justru memaknai itu sebagai bentuk senda gurau belaka.

"Tetap saja bagi saya itu jadi semacam seloroh politik pada Pak Jokowi, namun kan keputusan akhir bahwa undang undang mensyaratkan itu tadi, partai politik atau gabungan partai politik yang memenuhi threshold," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover