Alasan kedua adalah saling melengkapi satu sama lain. Prabowo merupakan Ketua Umum Partai Gerindra serta Menteri Pertahanan pemerintahan Jokowi. Sementara Ganjar Gubernur Jawa Tengah dan kader PDIP.
Baca Juga: Jokowi Kehilangan Taji! Endorsenya ke Prabowo Subianto Gak Ngaruh
"Keduanya paham apa yang dirasakan oleh rakyat karena mau turun langsung ke lapangan," ungkapnya.
Igor mengatakan, menurut teori, ada dua tipe kepemimpinan nasional, yaitu solidarity maker dan administratur. Jika kedua tipe itu disatukan maka sangat lengkap dan ideal.
"Prabowo bertipe solidarity maker bergaya Soekarno, sedangkan Ganjar lebih ke tipe administratur seperti Muhammad Hatta," jelas Director Survei and Polling Indonesia (SPIN) tersebut.
Kemudian, alasan ketiga adalah baik Prabowo dan Ganjar sama-sama menjunjung tinggi nilai keberagaman Indonesia.
"Prabowo-Ganjar adalah simbol persatuan untuk mencegah polarisasi dan keberlanjutan (contuinity) program pembangunan Jokowi," pungkas Igor.