Nyelekit Banget! Ferdinand Hutahaean Minta Acara Reuni 212 Diganti Reuni Politik Identitas Aja...

Nyelekit Banget! Ferdinand Hutahaean Minta Acara Reuni 212 Diganti Reuni Politik Identitas Aja... Kredit Foto: Instagram/Ferdinand Hutahaean

Mantan Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahean komentari soal diadakannya Reuni 212 tahun ini. Acara tersebut bakal digelar di Masjid At-Tin, Jakarta Timur sejak Kamis dini hari hingga Jumat pukul 09.00 WIB. 

Menurutnya, acara tersebut hanya semakin menguatkan bahwa agenda 212 adalah agenda politik identitas. Maka, ia menyebut jika reuni yang akan dihelat itu adalah reuni politik identas Pilkada 2017 lalu.

"Bagi saya reuni 212 adalah penegasan reuni politik identitas, karena reuni 212 lahir dari sebuah gerakan politik identitas yang kemudian membuat demokrasi Pilkada 2017 lalu di Jakarta, menjadi demokrasi terburuk, brutal dan barbar," katanya saat dikonfirmasi Populis.id pada Kamis (01/12/2022). 

Baca Juga: Apes Banget! Anies Nggak Diajak Reuni 212, Panitia: Mau Kita Undang Tapi Nggak Bisa Baca Doa

"Reuni ini adalah penegasan sikap dari mereka, bahwa mereka adalah dalang, antek, pion, pemain politik identitas. Mestinya ditambahi di belakangnya Reuni 212 dalam rangka reuni politik identitas," sambungnya.

Ia mengaku curiga dengan tidak diundangnya mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke gelaran tersebut. Ferdinand menduga, apa yang dilakukan kelompok 212 sebagai bentuk kamuflase.

"Saya mendengar anies sengaja tidak diundang. Bagi saya ini hanya sebuah kamuflase. Karena 212 ada karena Anies. Gerakan 212 ada karena ada Pilkada DKI Jakarta yang diikuti Anies Baswedan berhadapan dengan Ahok," tuturnya.

Baca Juga: Tangan Kanan Habib Rizieq Kasih Sinyal HRS Bakal Turun Gunung di Reuni 212: Kita Usahakan Semaksimal Mungkin!

Ia juga mengaku tak yakin dengan janji panitia bahwa acara hanya akan diisi dengam munajat dan doa. Menurut Ferdinand, tidak akan mungkin agenda itu benar-benar bersih dari politik, karena awal mula aksi tersebut adalah gerakan politik.

"Hampir tidak mungkin (lepas dari politik.red), kita lihat rekam jejak 212. Teriakan pertama selalu turunkan Jokowi, bela rakyat dengan isu bermacam macam. 212 lahir dari gerakan politik, bukan keagamaan. Mau mereka bilang itu munajat, bagi saya, saya tidak percaya hanya bicara acara keagamaan. Pasti ada teriakan yang lain," tuturnya. 

Baca Juga: Kelompok 212 Bakal Adakan Reuni di Masjid At-Tin Jakarta 2 Desember Mendatang! Persiapan Sudah 90 Persen!

"Kalau saya analisisnya dari yang sudah sudah. Tidak mungkin lepas dari politik. Kalau mau nggak ada politiknya, ganti nama jangan 212. Bikin aja acara yg lain, bikin reuni Habib Rizieq atau reuni teman-teman Yaman," pungkasnya. 

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover