PKS Minta Wacana Kedatangan Utusan AS guna Majukan HAM LGBT Tolak Mentah-mentah, HNW: Tak Perlu Datang ke Indonesia, Gak Sesuai Agama!

PKS Minta Wacana Kedatangan Utusan AS guna Majukan HAM LGBT Tolak Mentah-mentah, HNW: Tak Perlu Datang ke Indonesia, Gak Sesuai Agama! Kredit Foto: Chicagotribune.com/David Silverman/Getty

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, menyebut bahwa dirinya mendukung penolakan pimpinan MUI terhadap rencana kedatangan utusan khusus Amerika Serikat (AS) untuk memajukan HAM LGBTQI+, Jessica Stern ke Indonesia.

Hal ini lantaran kedatangan Jessica sesuai penugasan khususnya, untuk memajukan HAM LGBTQI+. Maka, selain bertentangan dengan ajaran agama yang diakui di Indonesia, juga tidak sesuai dengan ketentuan HAM yang diakui oleh UUD NRI 1945.

Baca Juga: Dukung Anies Maju Capres 2024, Ketua Laskar AMAN: Bukan Bayaran, Kami Sedih Lihat Bangsa ini Dibodohi!

Sebab, LGBTQ tidak sesuai dengan agama yang diakui di Indonesia dan juga tidak sesuai dengan budaya yang berlaku di Indonesia.

“Apabila yang bersangkutan ingin mempromosikan untuk memajukan HAM LGBTQ, maka tidak perlu datang ke Indonesia. Karena LGBTQ tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan ketentuan HAM yang diakui oleh Konstitusi yang berlaku di Indonesia yaitu Pasal 28J ayat (2) UUD NRI 1945. Apalagi, Pemerintah sudah sepakat dengan DPR untuk segera mengesahkan RUU KUHP yang salah satu ketentuannya adalah mengkategorikan perilaku menyimpang pencabulan sesama jenis sebagai tindakan yang pelanggaran hukum, kata dia dilansir dari fraksi.go.id pada Senin (5/12/2022).

DPR kata dia juga sudah menyepakati usulan RUU Anti Propaganda Penyimpangan Seksual, RUU yang sangat sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945.

"Maka sudah sangat sewajarnya bila Pemerintah RI menyampaikan ketentuan yang berlaku di Indonesia, dan agar pihak Amerika Serikat menghormati kedaulatan hukum yang berlaku di Indonesia, agar pihak Amerika Serikat segera membatalkan rencana kedatangan utusan khususnya itu ke Indonesia,” kata anggota DPR Fraksi PKS ini.

Baca Juga: Aduh... Duh... Ngaku Mencintai Ferdy Sambo, Syarifah Ima: Please Dong Aku Minta 1 Sel dengan Sambo, Di Hukum Seumur Hidup pun Aku...

HNW mengatakan bahwa RUU Anti Propaganda Penyimpangan Seksual itu sudah diterima untuk dimasukan ke prolegnas (program legislasi nasional) DPR RI.

“Maka penting RUU tsb oleh DPR dan Pemerintah segera dibahas dan disepakati bersama untuk menjadi undang-undang yang sangat dinanti kehadirannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, HNW mengatakan kehadiran RUU tersebut untuk mengatasi persoalan propaganda penyimpangan seksual di Indonesia yang korban-korbannya juga makin membanyak.

Pasalnya, kehadiran utusan khusus dari pemerintah AS itu untuk mempromosikan dan memajukan yang diklaim sebagai ‘hak asasi’ LGBT, yang tak sesuai dengan sistim hukum dan konstitusi yang berlaku di Indonesia.

Baca Juga: Jadi Calon Panglima TNI, Komisi I DPR Sudah Minta Laksamana Yudo Margono Dapat Lakukan Hal ini!

Sementara laku penyimpangan seksual di banyak negara, termasuk di Amerika Serikat sendiri, juga masih menimbulkan penolakan dari kelompok sosial dan agama.

“Sebagai contoh, di Amerika Serikat sendiri ada aturan Pastor Protection Act di beberapa negara bagian. Isinya memberi perlindungan bagi pemuka agama yang menolak menikahkan pasangan sesama jenis sebagaimana dilakukan oleh kelompok LGBT,” ujarnya.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover