Anies Safari Politik Pakai Jet Pribadi, Ray Rangkuti Langsung Colek Bawaslu, Siap-siap!

Anies Safari Politik Pakai Jet Pribadi, Ray Rangkuti Langsung Colek Bawaslu, Siap-siap! Kredit Foto: Twitter/Screencapture/GunRomli

Pengamat politik Ray Rangkuti meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ambil tindakan terhadap kegiatan safari politik calon presiden usungan Partai NasDem, Anies Baswedan ke Sumatera Barat yang menggunakan pesawat jet pribadi. 

"Bawaslu seharusnya juga segera bersikap. Sebab, apapun nama aktivitas ini, jelas dimaksudkan untuk mempromosikan Anies Baswedan sebagai capres Nasdem," kata Ray dalam keterangannya, Selasa (6/12/2022).

Baca Juga: NasDem Ngaku Sewa Jet Pribadi Buat Anies, Eh Langsung Diceletukin Eks Anak Buah AHY: Apa Iya Sewa? Jangan-jangan Dipinjemin Oligarki!

Ray meminta Bawaslu bantu mengungkap aliran dana yang digunakan Anies selama berkampanye ke sejumlah daerah, apalagi sampai menggunakan jet pribadi yang tentunya membutuhkan biaya cukup besar. Disisi lain, belum diketahui secara pasti dari mana asal-usul dana tersebut.

"Pertanyaan umumnya adalah dari mana dana, berapa besar dana yang tersedia, siapakah yang berpartisipasi, dan sebagainya. Pertanyaan ini muncul bukan saja logis, tapi harus diungkapkan," ujarnya.

Ray berharap Bawaslu bisa menjaga subtansi dan kualitas demokrasi jelang terselenggaranya Pemilu 2024. Hal itu dinilai tidak cukup jika Bawaslu hanya bertindak melalui pendekatan secara formal.

"Bawaslu tidak cukup mendekati persoalan-persoalan seperti ini dengan melulu bertahan pada argumen teks formal. Apalagi jika hal itu dimaksudkan untuk mencegah penggunaan dana yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dalam pemilu," lanjut Ray.

Baca Juga: Piala Bergilir! Sosok Wanita Misterius yang Menangis di Rumah Ferdy Sambo Akhirnya Terbongkar

Baca Juga: Mencak-mencak Gegara Ada yang Membenci Habib, Bahar Smith: Walau Kau Salat Sampai Jidat Hancur Tetap Masuk Neraka!

Ray menilai, kunjungan Anies ke sejumlah daerah bukanlah suatu pelanggaran selama ada transparansi soal penggunaan dana. Sebab, itu sudah menjadi hak setiap partai untuk bisa meraih dukungan dan simpati masyarakat.

"Semuanya dapat dilakukan selama tidak bertentangan dengan aturan, sekaligus prinsip pengelolaan dana politik yang transparan," ungkapnya.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover