Pemerintah Australia Gak Terima Umar Patek Dibebaskan: Bikin Keluarga Korban Bom Bali Trauma!

Pemerintah Australia Gak Terima Umar Patek Dibebaskan: Bikin Keluarga Korban Bom Bali Trauma! Kredit Foto: Photo Sipa/Tatam SYUFLANA

Pemerintah Australia tidak terima jika eks narapidana bom Bali I Hisyam bin Alizein alias Umar Patek bebas bersyarat.

Perdana Menteri (PM) Australia Albanese mengaku kecewa dengan keputusan pemerintah Indonesia yang membebaskan Umar Patek lebih cepat dari masa hukumannya.

Menurutnya, pembebasan Umar Patek itu akan membuat keluarga korban bom Bali I trauma.

Baca Juga: Teroris Bom Bali Umar Patek Bebas Bersyarat Usai Nyatakan Setia NKRI

"Saya pikir ini akan menjadi hari yang sangat sulit bagi banyak warga Australia--semua warga Australia--untuk mendengar tentang pembebasan Umar Patek," kata Marles dikutip dari ABC, Kamis (8/12/2022).

"Saat ini, terutama saya memikirkan keluarga dari mereka yang terbunuh dan terluka dalam bom Bali," sambungnya.

Pemerintah Australia sebelumnya telah menyampaikan penolakannya atas pembebasan bersyarat Umar Patek kepada pemerintah Indonesia.

Baca Juga: HNW: Terorisme Dalam Segala Bentuknya, Tidak Dibenarkan oleh Ajaran Islam!

PM Australia menyebut, pihaknya akan terus berkomunikasi dengan pemerintah Indonesia agar memastikan Umar Patek tak berulah lagi.

Sebelumnya, Umar Patek sosok teroris yang merakit bom pada peristiwa bom Bali I dibebaskan bersyarat pada Rabu kemarin.

Umar Patek bebas usai menyatakan dirinya setia pada NKRI dan mengikuti program deradikalisasi.

Baca Juga: Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyar Jangan Dipolitisasi, AHY: Terorisme Tidak Memiliki Agama!

Pembebasan bersyarat ini juga telah direkomendasikan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) dan Densus 88.

Tragedi bom Bali I pada tahun 2002 silam merenggut nyawa 202 orang, termasuk 88 warga Australia.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover