Menteri Investasi/Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) Bahlil Lahadalia mengibaratkan sosok capres layaknya sopir dalam mengendarai sebuah mobil, di mana penumpang adalah rakyat.
Sopir tersebut akan dihadapkan dua tikungan, yakni tikungan yang akan membawa penumpangnya pada keselamatan atau tikungan yang akan membuat mobil dan penumpangnya terjun ke jurang.
"Nah mobil Innova ini kalau dibawa oleh seorang sopir yang baru belajar, maka hati-hati penumpang semua akan perut dan pinggang-pinggangnya sakit, karena dia tidak bisa menghindari lobang dan ketika supirnya tidak lagi mahir dalam membuat intuisi untuk memilih tikungan yang mana," kata dia pada Kamis (8/12/2022).
Baca Juga: Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar, Wapres Maruf: Terornya Kecil, Tapi Coreng Muka Indonesia Sebagai Negara...
"Apakah tikungan yang lurus untuk selamat atau tikungan yang sebelah kiri untuk kemudian kita masuk jurang? Hati-hati yang masuk jurang itu bukan hanya sopir dan mobilnya, tapi kita semua penumpang itu akan masuk ke jurang itu," sambungnya.
Bahlil tak bisa menjamin pemimpin berikutnya akan memiliki kepemimpinan yang kuat seperti Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Saya optimis Indonesia ke depan akan baik, tapi dengan catatan. Tahun depan tahun politik, saya tidak menjamin pemimpin ke depan yang tidak mempunyai leadership baik, yang bisa menyelamatkan ekonomi nasional kita itu kepemimpinan, leadership," ujar Bahlil.
Baca Juga: Punya Data Lengkap, Polri, BNPT, dan BIN Punya Peran Penting Awasi Eks Napi Terorisme
Menurut Bahlil, Jokowi telah meninggalkan rekam jejak yang baik selama kepemimpinannya. Ia menambahkan, Jokowi menjadi salah satu sosok yang memiliki kepemimpinan kuat dan sudah teruji.
Terbukti dari keberhasilannya membawa Indonesia keluar dari krisis yang diakibatkan pandemi Covid-19. Hasil survei Poltracking Indonesia juga menyebut 72,3 persen publik puas terhadap kinerja pemerintahan.
"Saya yakinkan sekali lagi bahwa keberhasilan 72,3 persen tingkat kepuasan publik kepada Pak Jokowi itu akibat memang kemampuan leadership dan kerja tim yang baik," ujar Bahlil.
Lihat Sumber Artikel di Republika Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Republika.