Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin kembali menyerang ekonom senior Rizal Ramli. Dia menyebut yang bersangkutan masih belum sehat setelah dipecat Presiden Joko Widodo dari jabatan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman.
Sindiran pedas Ngabalin ini dilontarkan untuk merespons kritik Rizal Ramli yang diutarakan buat Presiden Jokowi. Dimana dia meminta agar kepala negara segera meletakkan jabatannya dan mundur teratur karena sudah tak becus memimpin negara ini.
“Kasihan akibat dicopot sampai sekarang belum sembuh total, kehabisan obat,” kata Ngabalin di laman twitternya seraya membagikan video wawancara Rizal Ramli dilansir Populis.id Rabu (14/12/2022).
Dihubungi terpisah, Ngabalin menyebut Rizal Ramli sama sekali bukan orang yang kritis, pernyataan-pernyataan yang menyerang Presiden Joko Widodo hanyalah ekspresi sakit hati karena dirinya dipecat Jokowi. Rizal Ramli disebutnya tak ikhlas menerima nasibnya yang ditendang keluar dari kabinet pemerintahan,
"Benci dan sakit hati karena dipecat," kata Ali Ngabalin saat dihubungi Populis.id
Menurut Ngabalin, Rizal didepak Jokowi dari kabinetnya lantaran dirinya memang tak bisa bekerja untuk rakyat Indonesia. Seharusnya Rizal Ramli, kata Ngabalin tak perlu menyimpan dendam kesumat sebab dirinya dipecat karena ketidakmampuannya bekerja, dia dipecat bukan karena faktor suka dan tidak suka, atau karena urusan personal.
"Kenapa dipecat karena tidak bisa memimpin departemen yang dipercayakan. Jadi bukan kritis tapi sakit hati yang luar biasa," ujarnya.
Adapun dalam video yang dibagikan Ngabalin, Rizal meminta Jokowi legowo mundur dari jabatan presiden RI. Jika dia legowo meletakan jabatannya, kelak dirinya bakal selamat, namun apabila dirinya ogah melakukan itu, maka nasib buruk bisa saja menimpanya.
“Saya mau mengatakan, kalau Jokowi mundurnya baek-baek dia juga bakal selamat dong. Kalau nggak baek-baek, kita bisa terjadi di Korea, setiap mantan Presiden masuk penjara bersama keluarganya,” tuturnya.