Dudung Abdurachman Paling Pantas Gantikan Andika jadi KSAD

Dudung Abdurachman Paling Pantas Gantikan Andika jadi KSAD Kredit Foto: Dhemas Reviyanto

Presiden Jokowi kini telah resmi menjatuhkan pilihannya kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Andika Perkasa menjadi Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto. Untuk itu, mulai muncul nama-nama yang digadang-gadang akan menjadi calon pengganti Andika mengisi jabatan KSAD.

Banyak nama-nama yang dinilai pantas untuk diusung menjadi KSAD, beberapa di antaranya ada Wakil Andika di KSAD, Letjen Bakti Agus Fadjari, Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen Eko Margiyono, hingga PangKostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman. Selain itu, masih banyak pula nama-nama lainnya yang dinilai banyak pihak pantas menjadi KSAD.

Namun, dari sekian nama-nama tersebut, nama Letjen Dudung dianggap sebagai yang terdepan untuk dicalonkan menjadi KSAD. Cukup banyak keunggulan-keunggulan Dudung menurut banyak pihak apabila dibandingkan dengan calon kuat lainnya.

Secara popularitas, nama Dudung memang lebih beken dibandingkan Agus Fadjari atau Eko Margiyono, bahkan sejak sebelum ia menjabat sebagai KSAD. Semasa dirinya masih menjabat sebagai Panglima Kodam Jaya (Pangdam), nama Dudung mencuat karena ketegasan-ketegasannya disamping dirinya yang dikenal kerap mengambil keputusan-keputusan kontroversial.

Salah satu keputusannya yang paling terkenal adalah nyali besarnya untuk mencopot baliho Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang dikenal memiliki basis pengikut yang sangat besar. Baliho yang tersebar di berbagai wilayah di DKI Jakarta tersebut dicopotnya tanpa terkecuali. 

Hal tersebut adalah sebuah hal yang menurut kebanyakan orang membutuhkan nyali keberanian yang sangat besar. Tak ada yang tak tahu siapa Rizieq dan FPI yang terkenal cukup 'menakutkan' karena kerap melakukan sweeping di tengah-tengah masyarakat yang dinilai mereka melakukan kemungkaran.

Namun berbeda dengan Dudung. Baginya, jabatan yang ia pegang bukanlah tempat di mana dia hanya duduk bersantai, namun tempatnya untuk melakukan gebrakan sebagai pemimpin, dan hal tersebut menurutnya membutuhkan keberanian. Menurutnya, keberanian adalah ciri bagi seorang pemimpin.

"Ciri pemimpin itu satu, dia harus berani ambil keputusan. Kalau keputusan itu benar berarti bagus, kalau keputusan itu salah, masih bagus daripada tidak berani sama sekali," kata Dudung saat itu.

Baca Juga: Setara Institute Ungkit Penurunan Baliho Rizieq Shihab, Pasukan Letjen Dudung Disebut Langgar Undang-undang

Besarnya reputasi Dudung bahkan sempat membawanya digadang-gadang menjadi calon Panglima TNI bersaing dengan Andika Perkasa sendiri, sebelum akhirnya Jokowi menjatuhkan pilihannya kepada Andika. Popularitasnya tersebut diakui oleh sejumlah pengamat seperti yang diungkapkan oleh Pengamat Politik Zaki Mubarak.

Zaki menilai dibandingkan dengan Eko, nama Dudung lebih menonjol untuk menjadi KSAD.

"Dua nama itu berpeluang. Namun, yang paling menonjol Dudung Abdurachman," ujarnya dilansir dari GenPI.co, Senin (8/11/2021).

Menurutnya, aksi Dudung saat mencopot baliho Rizieq berhasil merebut hati Jokowi yang memang notabene dimusuhi oleh simpatisan FPI. Ia juga menilai bahwa Jokowi menyukai tokoh yang tegas dan berani seperti Dudung.

"Dia menjadi populer setelah merobek baliho eks pentolan FPI Habib Rizieq Shihab. Itu sudah mendapat hati Pak Jokowi," tuturnya.

Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA) Fadhli Harahab juga menyatakan bahwa Dudung merupaka kandidat paling potensial untuk mengisi jabatan KSAD. Ia menilai ketegasan Dudung sebagai Pangkostrad kerap menjadi nilai plus bagi dirinya. Selain itu, dari sisi kepangkatan pun Dudung dinilainya layak menjadi pengganti Andika.

"Pangkostrad Letnan Jenderal Dudung Abdurachman sangat kuat menggantikan posisi Andika Perkasa. Jika Andika Perkasa, resmi dilantik sebagai Panglima TNI 2021," ungkapnya dikutip dari GenPI.co, Senin (8/11/2021).

Selain itu, Dudung juga merupakan sosok penting dalam matra darat TNI layaknya Andika. Keduanya pun sama-sama memiliki ketegasan yang sama dan disukai oleh Presiden Jokowi yang memprioritaskan keamanan nasional dari matra darat. Hal ini seperti diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa.

Menurut Herry, baik Andika maupun Dudung merupakan satu paket yang dibutuhkan oleh Presiden Jokowi.

"Jadi, ini korelasinya dengan Dudung," katanya dikutip dari GenPI.co, Senin (8/11/2021).

Ia menilai, ketegasan Dudung saat mencopot baliho FPI saat menjadi Pangdam membuktikan dirinya mampu dalam menjamin keamanan. Pasalnya FPI memang dianggap sebagian masyarakat cukup meresahkan dan mengganggu ketertiban lewat aksi-aksi mereka di jalanan.

"Artinya, dia menunjukan eksistensi aparat yang dapat memberikan jaminan keamanan," pungkasnya.

Menurutnya, peluang besar kedudukan di kursi KSAD akan jatuh kepada Dudung untuk menduduki jabatan tersebut.

"Sama seperti KSAD Andika Perkasa (menjadi calon tungga Panglima TNI), semesta mendukung (Dudung Abdurrahman menjadi calon KSAD).

Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi juga berpendapat senada bahwa Dudung memang diunggulkan. Pasalnya, ia menyebut bahwa di lingkungan angkatan darat, nama Dudung merupakan yang paling populer.

"Pak Dudung, Pangkostrad paling populer untuk menggantikan KSAD, tanpa mengesampingkan para jenderal bintang tiga lainnya," ujarnya seperti dikutip dari JPNN.com, Senin (8/11/2021).

Adapun Politikus PDIP Effendi Simbolon juga sempat menyatakan dirinya yakin bahwa Dudung akan menjadi KSAD menggantikan Andika dalam waktu dekat.

"Insya Allah, semua akan terjadi dalam waktu dekat. Jenderal Dudung Abdurachman menjadi KSAD dan Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI," ungkapnya dilansir JPNN.com, Senin (8/11/2021).

Politikus Partai gerindra Arie Poyuono juga turut berpendapat serupa. Ia menilai bahwa Dudung adalah yang sosok yang paling cocok menjadi suksesor Andika karena dinilainya 'klop' dengan visi dan misi Andika saat memimpin angkatan darat.

"Pangkostrad (Dudung) dong yang paling cocok menggantikan. Sebab, sosok Pak Dudung itu sangat klop dengan sosok Panglima TNI yang baru (Andika). Pak Dudung itu juga mengerti misi dan visi Pak Andika saat memimpin angkatan darat. Jadi, (posisi KSAD) akan dapat dilanjutkan oleh Pak Dudung," jelasnya dikutip dari GenPI.co, Senin (8/11/2021).

Adapun penentuan mengenai siapa sosok yang akan menggantkan Andika Perkasa sebagai KSAD akan diumumkan segera setelah Andika secara resmi dilantik sebagai Panglima TNI menggantikan Hadi Tjahjanto yang memasuki masa pensiun. Pemilihan KSAD sendiri nantinya akan menjadi kewenangan Presiden Jokowi.

Baca Juga: Kekuatan Pangkostrad Dudung Abdurachman Terkuak, Pantas Jadi KSAD

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini