Hubungan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Surya Paloh yang disebut-sebut merenggang masih menjadi sorotan. Surya Paloh sendiri tak datang di acara pernikahan putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep.
Isu kerenggangan itu disebut-sebut bermula ketika Nasdem mengusung Anies sebagai bakal calon presiden 2024 mendatang.
Menurut politikus senior Panda Nababan, dua tokoh elit politik tersebut memang sudah tidak mesra sejak lama. Jokowi diduga memendam tersinggung ke Surya Paloh karena ancaman lama dari partai Nasdem.
“Ya Cuma terus terang enggak bisa jadi jaminan sih apakah Jokowi tersinggung dengan masalah jaksa agung, artinya Jokowi mau ganti Prasetyo tapi Surya Paloh tidak setuju,” tutur Panda Nababan dalam kanal Youtube Total Politik dilansir pada Kamis (15/12/2022).
“Kalau mau diganti, Nasdem akan menarik (dukungan),” katanya.
Menurutnya, sekitar tahun 2016, Jokowi ingin mengganti Jaksa Agung Muhammad Prasetyo. Namun, jika Jokowi mencopot Prasetyo, Nasdem mengancam bakal menarik dukungannya pada pemerintah.
Baca Juga: Beberkan Sosok Pasangan Anies, PKS Sebut Punya Pengaruh di Provinsi Jateng dan Jatim
“Waktu Surya Paloh cerita ke saya, saya konfirmasi ke presiden betul, kenapa diiyain (Jokowi bilang) yaudah lah kita lihat saja, tapi mimik mukanya ke saya gimana ya tidak kayak Jokowi yang tegar tegas,” kata Panda.
“Tetapi feeling aku itu berbekas, karena itu kan ancaman,” lanjutnya.
Ia menilai bahwa Nasdem yang mengusung Anies bukan jadi masalah utama keretakan hubungan Jokowi dengna Surya Paloh. Tapi, terkait jaksa agung justru bisa menjadi salah satu pemicu utama.
“Jadi kalau Surya pidato tetap setia tetap mendukung (pemerintah), saya bakal bilang eh sampeyan kan pernah ngancam juga mau menarik Nasdem (dari pemerintah),” ucapnya.
“Dia ucapakan setia tapi ada sisi lain, yang benar sampeyankan pernah mau menarik,” tuturnya.
Selain itu, ia mengatakan bahwa ketidakcocokan Jokowi pada Jaksa Agung Presetyo terbukti usai diganti pada 2019.
“Begitu Jaksa Agung diganti terbongkar kasus spektakuler Jiwasraya Asabri yang selama ini mengendap,” katanya.
“Jadi itu yang saya katakana tadi yang saya khawatit peristiwa Jaksa Agung yang tergores di hati dia (Jokowi),” pungkasnya.