‘Nyanyian’ Soal Rezim Jokowi Ngeri-ngeri Sedap, Amien Rais: IKN Itu Ide Beijing, Kita Akan Jadi Subordinat China!

‘Nyanyian’ Soal Rezim Jokowi Ngeri-ngeri Sedap, Amien Rais: IKN Itu Ide Beijing, Kita Akan Jadi Subordinat China! Kredit Foto: SINDONews

Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, kembali menggaungkan alasan ketidaklolosan parpolnya oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Pemilu 2024. Menurutnya, hal itu disebabkan karena kritikannya kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu disampaikan oleh Amien Rais saat berbincang-bincang dengan Karni Ilyas. Di momen yang sama, ia bahkan menuding kalau Jokowi sudah memikirkan cara untuk menjabat lagi sejak hari pertama dilantik menjadi presiden.

Baca Juga: Waduh.. Ma'ruf Amin Enggak Masalah Jokowi Nikahkan Kaesang Pakai Uang Negara? Beneran Enggak Nih?

“Ini kritik saya kepada rezim sekarang ini. Memang sejak hari pertama dilantik pada periode pertama, itu saya kira pikirannya sudah bagaimana supaya dipilih lagi,” ucapnya dikutip Populis.id dari kanal YouTube Karni Ilyas Club yang diunggah pada Jumat (16/12/2022).

Dalam kesempatan itu, Amien Rais juga menyinggung beberapa isu yang sempat ramai diperbincangkan seperti perpanjangan masa jabatan Jokowi hingga usul tiga periode.

Ia mengatakan, “Kalau misalnya gagasan 3 periode jadi berjalan, itu the game is over. Jadi sepenuhnya kita akan menjadi subordinat dari RRC.”

Amien kemudian membahas potensi Indonesia dikendalikan oleh Tiongkok dengan wacana tiga periode tersebut, terlebih jika pemimpinnya Xi Jinping yang dinilai sangat powerful. Menurutnya, pernyataan Presiden China itu bahkan bisa dijadikan pasal dan undang-undang di negara tersebut.

Ia pun menyayangkan sikap para politisi Indonesia yang seakan melupakan pelajaran serta peran besar Presiden RI pertama, Soekarno, dalam membendung tangan-tangan asing dan oligarki untuk berkuasa di negeri sendiri.

Baca Juga: Bela Eks Anak Buahnya yang Terseret Kasus Brigadir J, Ferdy Sambo: Saya Salah, Mereka Tidak Tahu Apa-apa

“Begitu cintanya kepada rakyat Indonesia, Bung Karno membuat Keppres (yang menyatakan) WNI, maksudnya teman-teman Tionghoa, tidak boleh membuat gerakan ekonomi di kota-kota dan kecamatan,” imbuhnya.

Namun, kini situasi itu tidak ada lagi, terbukti dengan kondisi Ibu Kota saat ini. “Bahkan seperti DKI ini, 74 persen tanah sudah milik mereka. Jadi ini saya melihat, ini ke mana ya kita?” pungkasnya.

Tak hanya itu, ia juga membahas rencana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur yang dicurigainya sebagai ide dari pemerintah Tiongkok.

Amien menyampaikan, “IKN itu, kalau saya mencurigai, itu ide dari Beijing. Sekarang bayangkan, kalau Ibu Kota sudah kita pindah itu, ratusan gedung-gedung tinggi yang bisa beli kan mereka lagi.”

Meski begitu, ia enggan menjelaskan secara detail karena khawatir menyinggung SARA, terlebih Indonesia dikenal dengan keberagamannya.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover