Eng-Ing-Eng... Indonesia Pegang Presidensi G20 Karena Berhasil Kendalikan Ekonomi Selama Pandemi? Ternyata...

Eng-Ing-Eng... Indonesia Pegang Presidensi G20 Karena Berhasil Kendalikan Ekonomi Selama Pandemi? Ternyata... Kredit Foto: REUTERS/Guglielmo Mangiapane

Lagi-lagi, momen KTT G20 Roma pada 31 Oktober lalu masih memberikan reaksi bermacam di tengah-tengah sebagian masyarakat. KTT G20 memang cukup spesial bagi Indonesia karena Presiden Jokowi dipercaya memegang estafet Presidensi G20 dari Italia untuk 2022 mendatang.

Namun seperti biasa, sangat disayangkan decak kagum masyarakat tersebut terlalu berlebihan. Karena beberapa kali sampai menimbulkan penyebaran informasi yang tidak akurat atau disebut sebagai hoax.

Salah satu dari sekian hoax terkait KTT G20 yang beredar adalah sebuah pesan berantai di Whatsapp yang mengangkat narasi bahwa Indonesia untuk pertama kalinya dalam sejarah dipercaya memegang kursi Presidensi G20 2022 adalah dikarenakan keberhasilan Indonesia dalam mengendalikan ekonomi yang ambruk selama pandemi Covid-19. Berikut bunyi narasi tersebut:

"Welcome to Rome Mr. Presiden of Indonesia Joko Widodo untuk menerima tongkat komando dari PM Italy sebagai Presidensi G20 dan ini pertama kali dalam sejarah Indonesia menjadi Presidensi G20 karena dianggap layak mengendalikan economi disaat pandemi. Semoga bisa mampir di Vatican City kami diaspora di Italy bangga karena semua TV dan Koran di Italy menulis ttg hal ini GREAT... Let's pray for him".

Memang benar bahwa fakta Indonesia kini memegang kendali kepemimpinan G20 pada tahun depan menjadi topik nasional yang berulang kali diberitakan berbagai media di Indonesia. Namun hal ini juga turut menghasilkan banyak sekali narasi keliru yang tersebar di jagat maya, yang salah satunya adalah narasi di atas.

Baca Juga: Beneran Pangeran Charles Puji Jokowi? Ternyata Oh Ternyata...

Untuk cek fakta, Indonesia terpilih memegang Presidensi G20 2022 tak ada sama sekali sangkut pautnya dengan pandemi Covid-19. Penetapan Indonesia sebagai Presiden G20 2022 sendiri sudah dilakukan sejak pelaksanaan KTT G20 ke-15 di Riyadh, Arab Saudi pada 22 November lalu. Sementara saat itu Indonesia justru sedang berada di masa krisis dan tengah bergelut dengan kesulitan perekonomian dan penyebaran virus Covid-19 masih belum melandai. Sehingga, sudah jelas bahwa penetapan Indonesia sebagai Presiden G20 2022 tak seperti apa yang disebutkan dalam narasi tersebut.

Adapun seperti dilansir dari artikel Kompas.com, penetapan Presidensi G20 dilakukan secara konsensus pada KTT berdasarkan sistem rotasi kawasan dan berganti setiap tahunnya. Kebetulan, kali ini Indonesia lah yang terpilih, yang mana terpilihnya Indonesia berarti dipengaruhi oleh rotasi kawasan semata. Berikut bunyi kutipan dari artikel tersebut:

"G20 sebenarnya tidak memiliki sekretariat secara permanen. Untuk itu, setiap tahunnya akan dipilih presidensi G20 atau tuan rumah secara konsensus pada KTT berdasarkan sistem rotasi kawasan," dikutip dari Kompas.com, Senin (8/11/2021).

Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa narasi yang diangkat tersebut adalah salah dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Dikutip dari TURNBACKHOAX.ID, narasi tersebut termasuk ke dalam informasi hoax dengan kategori 'false content' atau konten yang salah.

Baca Juga: Katanya Sri Mulyani Nge-Vlog Sama Jokowi di KTT G20 Roma, Eh, Tahunya...

Terkait

Terkini

Populis Discover