Partai Ummat hari ini mendatangi kantoe Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk melakukan audiensi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Agenda ini merupakan tindak lanjut atas protes Partai Ummat yang mengaku sengaja dijegal agar tidak bisa ikut Pemilu 2024.
Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi berharap mediasi yang dilakukan bisa berdampak baik bagi partai yang digawangi Amien Rais itu. Menurutnya, harus ada titik temu atas permasalahan yang terjadi.
"Jadi alhamdulilah insyaallah pada siang hari ini jam 13.00 WIB kita akan mediasi dengan KPU. tentu kita harapkan pada mediasi ini kita dapat menemukan titik-titik temu sehingga tidak masuk ajudikasi," katanya di kantor Bawaslu, Jakarta pada Senin (19/12/2022).
"Mohon doanya proses berjalan lancar dan akan kita update nanti," sambungnya.
Menurut pantauan Populis.id, rombongan Partai Ummat sudah ada di Kantor Bawaslu saat pukul 13.00 WIB. Di antara yang terlihat hadir adalah mantan Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB), MS Kaban.
Mereka sekaligus didampingi oleh tim pengacara yang diketuai Denny Indrayana. Namun demikian, Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais tidak terlihat mengawal langsung mediasi ini.
Baca Juga: Jokowi Diminta Fokus Sukseskan Pemilu 2024, Bukan Ngomongin Kandidat, Apalagi si Rambut Putih!
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi menyebut tak akan tinggal diam mendengar Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak akan meloloskan partainya. Ia bahkan mengancam akan membuat laporan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
"Ini satu proses yang Insya Allah juga sedang kita siapkan, adapun nanti bagaimana kita akan akhirnya ke Bawaslu atau tidak, itu nanti kita melihat juga tentu bagaimana angin besok, kita lihat pengumumannya. Tapi Insya Allah kita juga sudah dan sedang mempersiapkan," kata Ridho dalam konferensi pers yang digelar du Kantor DPP Partai Ummat, Jakarta, Selasa (13/12/2022).
Ridho mengeklaim partainya juga sudah mengantongi bukti-bukti terkait dengan dugaan kecurangan yang dilakukan KPU.