Nah Kan... Putri Candrawathi Mau Ngotot Gimana Lagi Nih? Pelecehan Seksual Motifnya Aja Gak Jelas Cuma Dari Pengakuan! Yang Ngomong...

Nah Kan... Putri Candrawathi Mau Ngotot Gimana Lagi Nih? Pelecehan Seksual Motifnya Aja Gak Jelas Cuma Dari Pengakuan! Yang Ngomong... Kredit Foto: Taufik Idharudin

Saksi ahli kriminologi dari Universitas Indonesia, Muhammad Mustofa menuturkan bahwa pelecehan seksual tak bisa dijadikan alasan utama penembakan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J).

Menurutnya, pelecehan seksual seperti yang disebutkan oleh Putri Candrawathi tidak bisa menjadi motif perkara tersebut. Sebab ia menilai, peristiwa pelecehan yang disebutkan hanya sebatas ungkapan dari Putri Candrawathi saja.

“Bisa sepanjang dicukupi dengan bukti-bukti. Karena dari kronologi yang ada adalah hanya pengakuan dari nyonya FS,” kata Mustofa pada Senin (19/12/2022).

Baca Juga: Di Grup WhatsApp Duren Tiga Ada 'Tuhan Yesus', Gak Cuma Itu! Ada Nama Lainnya Dalam Grup yang Dibuat Ricky Rizal, Nama-nama Itu...

Kata dia, Ferdy Sambo yang statusnya sebagai perwira tinggi seharusnya sudah mengetahui hal tersebut dan bukti-bukti bahkan visum merupakan salah satu yang bisa membuktikan pemerkosaan, tapi Ferdy Sambo malah tidak melakukannya.

“Bagi seorang perwira tinggi polisi, dia tau kalau peristiwa pemerkosaan itu membutuhkan saksi dan bukti. Satu barang bukti tidak cukup, dan harus ada visum. Dan tindakan itu tidak dilakukan, meminta kepada Putri untuk melakukan visum, agar kalau melapor ke polisi alat buktinya cukup,” ujarnya.

Baca Juga: Katanya Emang Punya Ambisi Berkuasa, Atasannya Anies Dulu: Jangankan Kelompok Radikal, Anies Bakal Tetap Terima Meski Didukung Jin Iprit

“Artinya kalau tidak ada bukti tidak bisa jadi motif?,” tanya jaksa.

Mustofa pun menjawab bahwa pelecehan tidak bisa jadi motif utama penembakan Brigadir J karena tidak ada bukti yang cukup.

“Tidak bisa,” jawab Mustofa.

“Dalam hal ini tidak ada motif seperti itu? Tidak ada bukti?,” tanya jaksa.

“Tidak ada,” jawab Mustofa lagi.

Baca Juga: Jadi Perdebatan soal Pecahan Uang Mahar Kaesang Pangarep, Kader Demokrat: Kalau Menyangkut Jokowi Emang Banyak Orang Jadi Bodoh Sih...

“Adanya kemarahan yang dialami oleh pelaku yang berhubungan di Magelang. Tapi tidak jelas,” kata Mustofa.

Jaksa bertanya, bahwa maksud tidak jelas itu karena tidak adanya alat bukti yang mengarah kepada pelecehan.

“Tidak jelas. Artinya tidak ada alat bukti ke arah situ? Artinya tidak bisa jadi motif?,” tanya jaksa.

“Tidak bisa,” jawab Mustofa. 

Terkait

Terkini

Populis Discover