Partai Demokrat mengaku tak masalah jika pada akhirnya Anies Baswedan tidak memilih Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Cawapres.
Namun, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Jansen Sitindaon meminta Anies menyampaikan alasannya mengapa menolak AHY sebagai Cawapres.
"Gampang, sampaikan dasarnya. Sama seperti anak gadis sudah dekat dengan kau, kemudian kau tolak gitu. Kau sampaikan dasarnya ke orang tuanya, kenapa?" ujar Jansen dalam acara Adu Perspektif, Rabu (21/12/2022).
Baca Juga: Kubu Prabowo Mau Jegal Anies, Ruhut Sitompul: Jangan Salahkan Pak Jokowi!
Dia menegaskan bahwa dalam berkoalisi yang terpenting adalah komunikasi antar pihak. Jangan sampai satu pihak merasa ditinggalkan, padahal sebelumnya didekati.
"Harus ada penjelasan. Jangan sampai kayak istilah anak sekarang, kalau putus kemudian pergi, gosthing. Jangan gosthing," tegas Jansen.
Koalisi Perubahan yang digagas NasDem, Demokrat, dan PKS tengah membahas sosok Cawapres Anies Baswedan.
Baca Juga: Ruhut Sitompul Jagokan AHY Jadi Cawapres Anies: Dia Anak Muda, Elektabilitasnya Tinggi
Sejauh ini PKS mengusulkan nama mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, sedangkan Partai Demokrat ngotot mengajukan nama AHY.
Dari kedua nama itu, AHY lebih unggul dari segi elektabilitas. Berdasarkan survei Poltracking Indonesia pada Desember 2022 menunjukkan elektabilitas AHY sebagai cawapres berada di urutan pertama di DKI Jakarta dan Banten.
Sedangkan di Jawa Barat, tingkat keterpilihan putra sulung SBY itu berada di nomor dua setelah Ridwan Kamil. Di provinsi tersebut, Ridwan Kamil memperoleh elektabilitas 27,2 persen, disusul AHY dengan raihan 13,4 persen.