Mbak Puan Suka Abaikan Interupsi Anggota DPR, Apa Enggak Takut Elektabilitasnya Makin Jeblok?

Mbak Puan Suka Abaikan Interupsi Anggota DPR, Apa Enggak Takut Elektabilitasnya Makin Jeblok? Kredit Foto: Instagram/Puan Maharani

Nama Ketua DPR RI Puan Maharani kini tengah menjadi sorotan masyarakat akibat aksinya saat rapat paripurna pengesahan Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI, Senin (8/11/2021). Pasalnya, Puan mengabaikan interupsi yang diajukan Fraksi PKS, Fahmi Alaydrus jelang penutupan rapat.

Saat itu, Puan yang tengah berbicara di hadapan hadirin dan hendak menutup rapat segera mempercepat penutupan proses sidang manakala Fahmi berusaha menyela untuk mengajukan interupsinya.

"Interupsi pimpinan, interupsi pimpinan," kata Fahmi.

Puan sama sekali tak menggubris teriakan Fahmi tersebut dan semakin mempercepat pidatonya.

"Kami ucapkan terima kasih kepada yang terhormat para anggota Dewan dan hadirin sekalian atas ketekunan dan kesabarannya dalam mengikuti rapat paripurna hari ini," lanjut Puan menutup rapat.

"Perkenankan kami menutup rapat paripurna," kata Puan.

"Wassalamualaikum," ucap Puan menutup rapat dengan salam.

Fahmi tak berhenti menyela dan berusaha menarik perhatian Puan agar memberikannya kesempatan untuk menyampaikan interupsinya.

"Saya minta waktu pimpinan interupsi," ujar Fahmi yang menyela di sela Puan berbicara tersebut.

"Pimpinan saya minta waktu," sela Fahmi lagi.

"Pimpinan mohon maaf saya minta waktu," kata dia lagi.

"Pimpinan saya A432 pimpinan," kata Fahmi memberi tahu Puan identitasnya sebagai anggota DPR dengan menyebutkan nomor anggota.

Sadar dirinya benar-benar diabaikan oleh Puan yang langsung mengetuk palu tiga kali tanda rapat telah usai, ia pun merasa kecewa dan kemudian secara spontan menyinggung soal pencapresan Puan yang selama ini santer diberitakan.

"Bagaimana mau jadi capres," celetuk Fahmi.

Sontak, hadirin dalam rapat tersebut pun terkejut dan kemudian mencari-cari keberadaan Fahmi. Tampak pihak Fraksi PDIP meradang dan merasa tersinggung dengan celetukan Fahmi. Salah satu Anggota Fraksi PDIP, Utut Adianto bahkan sampai menghampiri tempat Fahmi duduk dan mengarahkan telunjuknya ke wajah Fahmi sambil menegurnya agar jangan menyinggung soal capres.

Baca Juga: Mbak Puan Bikin Geger Lagi di Rapat Paripurna, Duh Gimana Mau Jadi Capres?

Terlepas dari apa yang terjadi saat rapat tersebut, Puan tampaknya tidak belajar dari kesalahannya di masa lalu. Semua tahu sebelumnya Puan juga sempat terlibat dalam menghalangi interupsi anggota di DPR. Hal tersebut terjadi pada Mei 2020 lalu dalam pelaksanaan rapat paripurna pengesahan RUU Cipta Kerja yang dipimpin oleh mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin.

Diketahui, Puan saat itu, sesuai bisikan Azis, dengan sengaja mematikan mikrofon anggota Fraksi Partai Demokrat yang hendak menyampaikan interupsi menyoal penolakan mereka terhadap RUU Cipta Kerja yang kontroversial. Bahkan hujan interupsi Demokrat yang terus menerus diabaikan sampai membuat mereka walk out dari pengesahan RUU tersebut.

Tindakan Puan saat itu benar-benar menghebohkan masyarakat karena dianggap melanggar hak konstitusi Anggota DPR, dalam hal ini Fraksi Demokrat. Nama Puan bahkan menjadi bahan pembicaraan di dunia maya, Puan dianggap sengaja menghalangi interupsi Demokrat agar RUU yang dinilai sebagian besar masyarakat merugikan kaum pekerja tersebut bisa lolos pengesahan. 

Sejumlah pengamat bahkan menilai bahwa apa yang dilakukan Puan dalam insiden mikrofon mati tersebut sebagai suatu hal yang memalukan dalam statusnya sebagai pimpinan DPR. Pengamat Politik Ujang Komarudin juga saat itu sempat menyampaikan pendapatnya terkait tindakan Puan yang menurutnya tidak bijaksana.

"Hal yang memalukan telah dilakukan pimpinan DPR. Harusnya lebih bijaksana dalam menyikapi interupsi dari anggotanya sendiri. Jika dengan anggotanya sendiri gak aspiratif, apalagi dengan rakyat," ujarnya saat itu, dikutip dari Tagar.id, Selasa (9/11/2021).

Hebohnya aksi Puan tersebut bahkan sampai ditanggapi oleh selebriti Boy William yang sempat berkunjung ke gedung DPR/MPR dan bertemu langsung dengan Puan sebagai Ketua DPR. Pertemuannya dengan Puan tersebut diangkat oleh Boy ke dalam salah satu kontennya dalam kanal YouTube-nya.

Ia menyempatkan diri membahas terkait insiden tersebut untuk mengorek informasi dari Puan agar sampai ke telinga masyarakat. Namun seperti biasa, Puan menjelaskan alasannya yang mana menampik bahwa aksinya tersebut bukanlah bentuk pembungkaman.

Baca Juga: Tak Gubris Kader PKS, Netizen: Ibu Puan Alergi Interupsi?

Banyak pihak yang mempertanyakan sikap kepemimpinan Puan yang tampak tak demokratis karena kebiasaannya mengabaikan interupsi dari anggota saat rapat paripurna. Hal ini disorot oleh Peneliti Forum Badan Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus. Ia menilai bahwa sikap Puan tersebut merupakan cerminan karakter kepemimpinannya yang tak ramah pada kebebasan berpendapat dan memanfaatkan kekuasaan untuk menghadang aspirasi.

"Mengingat ini bukan pertama kali Puan mengabaikan interupsi, maka bisa jadi ini adalah soal karakter kepemimpinan Puan yang tak ramah pada kebebasan berpendapat, yang memanfaatkan kekuasaan sebagai pimpinan rapat untuk menyumbat munculnya aspirasi," terangnya pada wartawan, Selasa (9/11/2021).

Adapun Fahmi Alaydroes yang interupsinya diabaikan oleh Puan, kini justru malah meminta maaf atas tindakannya menyinggung soal pencapresan Puan lantaran kesal interupsinya diabaikan. Hal ini justru malah membuat dirinya beserta PKS akan memperoleh simpati dari masyarakat. Sementara PDIP, parpol yang menaungi Puan, justru akan memperoleh antipati karena ngotot membela tindakan Puan.

Hal ini seperti sempat dikatakan oleh Lucius.

"Maka lengkap sudah PKS memainkan jurus politik yang bisa mendapatkan simpati, sementara PDIP yang dengan mudah terlihat membela Puan secara membabi buta di hadapan fakta sikap Puan yang mengabaikan interupsi (Fahmi) Alaydrus justru akan menuai antipati dari Publik," ungkapnya.

Jika ditinjau dari pendapat Lucius tersebut, hal ini tentu saja sebuah kerugian bagi Puan dan PDIP apabila memang ingin mengusung Puan untuk maju pada Pilpres 2024 mendatang. Pasalnya, Puan yang diketahui tingkat elektabilitasnya sudah buruk justru berpotensi akan semakin buruk karena dampak dari persoalan ini.

Publik berpotensi akan menilai Puan sebagai sosok pemimpin yang tidak mau mendengar aspirasi rakyatnya dan tidak layak untuk dipilih sebagai presiden. Semua tahu, di masa kepemimpinan Jokowi saja, demonstrasi berulang kali terjadi yang mana menunjukkan bahwa rakyat sangat mengharapkan pemimpin yang mendengar suara mereka.

Padahal sebelumnya, Puan sudah melakukan sejumlah manuver yang dianggap banyak pihak mampu mendongkrak elektabilitasnya. Namun hal itu berpotensi menjadi sia-sia apabila ternodai oleh citranya yang kerap mengabaikan aspirasi anggotanya di DPR. Sehingga tampaknya, apa yang dikataikan Fahmi ada benarnya, bagaimana mau jadi capres?

Baca Juga: Interupsi PKS Dicuekin, Mbak Puan Tipe Diktator Banget

Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini