Soroti Dugaan Pelarangan Ibadah Natal di Sukaraja Bogor, Gus Muhaimin: Agama Bukan untuk Memecah Belah Tapi Pemersatu!

Soroti Dugaan Pelarangan Ibadah Natal di Sukaraja Bogor, Gus Muhaimin: Agama Bukan untuk Memecah Belah Tapi Pemersatu! Kredit Foto: Moehamad Dheny Permana

Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar (Cak imin) angkat bicara mengenai kasus yang viral mengenai dugaan pelarangan ibadah Natal oleh sejumlah warga di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Gus Muhaimin -sapaan akrabnya- ini menyatakan, beragama adalah hak setiap warga bangsa. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi pelarangan dalam setiap aktivitas beragama.

"Tidak boleh ada pemaksaan dan pelarangan dalam beragama. Biarkan masing-masing agama menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinan," kata Gus Muhaimin dalam keterangannya yang dikutip pada Selasa (26/12/2022).

Baca Juga: Soroti Pelarangan Ibadah Natal di Bogor, KSP Moeldoko: Kita Bukan Makin Maju Malah Mundur, Harus...

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyatakan, kebebasan memeluk dan menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing adalah wujud konkret dari kebhinekaan Indonesia.

"Inilah hakikat Indonesia yang berbhineka. Kita harus menjadi bangsa yang rukun dan damai. Agama bukan memecah belah, tapi agama itu pemersatu," tegas Legislator Dapil Jawa Timur VIII itu.

Baca Juga: Pak Jokowi... Waktu Bekerja Wong Tinggal 2 Tahun Lagi, Harapan Rakyat Tuh ini Pak, Bukan Reshuffle....

Sebelumnya, beredar video viral di media sosial terkait dugaan pelarangan ibadah Natal oleh sejumlah warga di wilayah Sukaraja, Kabupaten Bogor. Berdasarkan keterangan Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin, peristiwa itu terjadi pada Minggu 25 Desember 2022 dan telah diselesaikan melalui mediasi.

Baca Juga: Beberin Poin yang Ringankan Dosa Bharada E, Saksi Ahli Romo Magnis: Itu Situasi Tegang, Dia Harus Segara Tentutkan Akan Melaksanakan Atau...

Dilansir dari berbagai sumber, peristiwa tersebut diawali dari penyelenggaraan ibadah Natal di salah satu rumah warga. Penolakan terjadi karena sebelumnya sudah ada kesepakatan bahwa beribadah Natal hanya untuk keluarga.

Adapun yang menjadi poin keberatan warga karena adanya jemaah dari berbagai daerah ikut datang untuk beribadah di tempat tersebut. Mendapat laporan tersebut, polisi serta TNI mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan mediasi dan pengamanan.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover