Jokowi Mau Bersih-bersih Kabinet dari Orang-orangnya Surya Paloh, Projo Langsung Beri Dukungan Penuh!

Jokowi Mau Bersih-bersih Kabinet dari Orang-orangnya Surya Paloh, Projo Langsung Beri Dukungan Penuh! Kredit Foto: Taufik Idharudin

Sekjen Pro Jokowi (PROJO), Handoko  ikut mengomentari isu perombakan kabinet Jokowi. Dimana isu reshuffle kali ini disebut-sebut menyasar orang-orang NasDem setelah sikap politik Surya Paloh yang mencapreskan Anies Baswedan untuk maju pada Pilpres 2024 mendatang. 

Handoko mengatakan, masalah perombakkan postur kabinet kerja adalah urusan Jokowi yang tidak bisa diintervensi pihak manapun 

Baca Juga: Malu Nggak Tuh!! Hakim Tunjukkan Bukti Chat Mesra Putri dan Kuat Ma'ruf

"Ya kalau reshuffle urusannya pak Jokowi lah itu, urusan beliau. Kami nggak punya ini untuk bicara, tapi kami serahkan betul itu kepada presiden soal reshuffle karena beliau yang tau persis bagaimana kinerja kabinetnya," katanya kepada awak media pada Rabu (28/12/2022) di Jakarta Selatan.

Menurutnya, sejauh ini hanya Jokowi sendiri yang mengetahui apa yang dibutuhkan kabinet ini untuk bekerja dengan baik. Namun, ia tidak akan banyak berkomentar soal perombakan kabinet jika dilakukan, PROJO bakal terus mendukung apapun yang dilakukan oleh Jokowi.

"Jadi betul betul isu reshuffle, tentu kami tidak menolak atau apa. Kami pasti menyetujui beliau melakukan reshuffle yang kami yakin demi kebaikan kinerja kabinet di sisa waktu yang tersedia," tuturnya.

Di sisi lain, ia tidak melihat adanya persoalan serius di tengah kabinet Jokowi. Terlebih pasca langkah Partai NasDem memutuskan untuk menjagokan Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden di Pilpres 2024 mendatang. 

Baca Juga: Bilang Anies Baswedan Orang Baik, NasDem Teriak Kencang Hajar Pemerintah Pusat, Sebut Jokowi Cs Selalu Cari Gara-gara!

Baca Juga: Dear Mas Sandiaga, Kalau Mau Pindah ke PPP Silahkan Saja, Pak Prabowo Cs Sudah Malas Ngurus Anda, Kok Ngotot Banget Nyapres!

"Kalau kita lihat politik baik-baik saja, nggak ada gejolak cukup berarti. Situasi juga baik-baik saja, bahwa ada dinamika-dinamika politik tentu pasti terjadi karena pasti ada deklarasi itu. Saya pikir semua masih bisa dari kendali yang baik," terangnya.

Terkait

Terkini

Populis Discover