Anggota DPR Fraksi Partai Demokrat Benny K Harman mengungkit kritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap utang masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Saat itu, menurut Benny, Jokowi menyebut utang era SBY sekitar Rp2.600 triliun dianggap menyusahkan rakyat.
Baca Juga: Jokowi Cabut PPKM, Berikut Aturan Protokol Kesehatan Terbaru!
"Saya ingat Jokowi thn 2014 kritik keras hutang era Presiden SBY sekitar 2,600 triliun. Hutang bikin rakyat susah, katanya," tulis Benny dalam cuitan akun Twitter @BennyHarmanID, Jumat (30/12).
Kemudian Benny menyebut utang negara membengkak hingga Rp7.554 triliun selama tujuh tahun Jokowi memimpin Indonesia.
Hal ini membuat Benny khawatir dengan nasib masyarakat. Menurutnya, semakin besar utang membuat negara menjadi bangkrut.
"Dalam 7 thn, hutang negara membengkak sampe 7554 triliun.Bukan hanya bikin rakyat tambah sengsara tapi hutang membengkak bikin negara bangkrut," tutupnya.
Saya ingat Jokowi thn 2014 kritik keras hutang era Presiden SBY sekitar 2,600 triliun.Hutang bikin rakyat susah,katanya. Dalam 7 thn, hutang negara membengkak sampe 7554 triliun.Bukan hanya bikin rakyat tambah sengsara tapi hutang membengkak bikin negara bangkrut.#RakyatMonitor# pic.twitter.com/XVCtGc0YXn
— Benny K Harman (@BennyHarmanID) December 30, 2022
Baca Juga: Anies Justru akan Melesat, Jokowi Diyakini Gak Bakal Berani Depak NasDem dari Kabinet
Cuitan Benny pun menuai pro dan kontra di kalangan warganet. Sebagian memiliki opini yang sama dengan Benny.
Beberapa lainnya menilai utang di era Jokowi lebih produktif karena dipakai untuk membangun infrastruktur. Bahkan ada yang mengungkit kembali cuitan mantan Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, yang pernah mengkiritik utang era SBY.