Buka-bukaan Demokrat Bakal Deklarasikan Capres Tahun Ini, Bulan Januari?

Buka-bukaan Demokrat Bakal Deklarasikan Capres Tahun Ini, Bulan Januari? Kredit Foto: Istimewa

Sekretaris Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat Andi Alfian Mallarangeng mengungkap bahwa partainya akan mendeklarasikan calon presiden di awal tahun 2023.

"Mudah-mudahan awal tahun ini kita bisa selesaikan dan deklarasikan, capres dan cawapres bersama," kata Andi, Minggu (1/1/2023).

Baca Juga: Rintihan Brigadir J Tunjukan Lubang Tembakan Ditubuhnya, Bikin Ibundanya Menangis: Saya Gak Bisa Berbuat Apa-apa Anakku...

Selain itu, Andi mengatakan bahwa Demokrat terus berkomunikasi dengan beberapa partai terkait yakni Nasdem dan PKS.

"Kita memang terus sedang menjalin koalisi dengan partai Nasdem dan PKS, semakin dekatlah," katanya.

Ditanya soal tanggal pastinya, Andi menegaskan pihaknya sedang menunggu saat yang tepat.

"(Januari?) Januari masih banyak orang libur nih jadi sesudah itulah," ujarnya.

Baca Juga: Lagi-lagi Sebut Kasus Ferdy Sambo Gampang dan Mudah Dibuktikan, Susno Duadji: Bapak Itu Ikut Menembak, itu Kan...

Selain itu, Andi juga berkomentar soal pemilihan caleg di pemilu yang menjadi proporsional tertutup dari proporsional terbuka.

Pihaknya menyatakan bahwa Demokrat menolak mekanisme tersebut. Pasalnya, menurutnya hal tersebut mencerabut hak pemilihan rakyat.

"Kita tidak setuju dengan isu pemilu proporsional tertutup itu sama saja dengan mengambil hak rakyat untuk memilih wakil-wakilnya sendiri," terangnya.

Bahkan Andi menjelaskan bahwa jika mekanisme pemilihan menggunakan sistem tersebut hanya seperti membeli kucing di dalam karung.

"Kalau sistem proporsional tertutup kan beli kucing dalam karung. yang dipilih hanya pada gambar. itu yang calon wakil rakyat tidak dikenal oleh rakyatnya dan tidak mengenal rakyatnya," katanya.

Baca Juga: Saking Takutnya Kuat Maruf, Sampai Lutut Bergetar, Terucap Ferdy Sambo Ngomong: Siapa Lagi yang Mau Ditembak?

Andi menegaskan bahwa mekanisme tersebut tidak sesuai dengan sistem yang ada di Demokrat. Pasalnya menurutnya kader harus turun ke bawah (turba). Sehingga rakyat dan kader sama sama saling mengenal.

"Mereka hanya jadi kader jenggot, akar ke atas bukan ke bawah itu tidak sesuai dengan sistem partai Demokrat bahwa kader itu harus turun harus sama rakyat," pungkasnya.

Lihat Sumber Artikel di Republika Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Republika.

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover